Fraksi PAN Sesalkan Pernyataan Try Sutrisno tentang Amien Rais

Minggu, 24 September 2017 - 15:37 WIB
Fraksi PAN Sesalkan...
Fraksi PAN Sesalkan Pernyataan Try Sutrisno tentang Amien Rais
A A A
JAKARTA - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di MPR menyesalkan pernyataan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno mengenai kiprah politik Amien Rais dalam amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Sebagai tokoh nasional, Fraksi PAN di MPR menilai Try Sutrisno tidak pantas menyampaikan hal itu di ruang publik. Apalagi pernyataan itu dinilai tidak jelas arah dan esensinya. "Sebagai mantan Wakil Presiden, semestinya Pak Try tahu persis apa yang terjadi pada kisaran 1998-1999," kata Sekretaris Fraksi PAN MPR Saleh Partaonan Daulay dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Minggu (24/9/2017).

Dia menambahkan, reformasi itu adalah keharusan dan tuntutan semua orang. Termasuk salah satu amanat reformasi adalah melakukan amendemen Undang-Undang Dasar 1945. "Karena ini bagian dari amanat rakyat, tentu politisi dari berbagai pihak diharuskan untuk menjalankannya, termasuk pada waktu itu Fraksi TNI/Polri," ujarnya.

Namun demikian, menurut dia, perlu dipertegas dan diperjelas bahwa seluruh rumusan amendemen adalah kesepakatan seluruh fraksi.

Dia mengatakan, tidak ada satu orang, bahkan satu fraksi tertentu yang dominan dalam pembahasannya. Amien Rais yang waktu itu memiliki posisi sebagai Ketua MPR juga tidak bisa mendikte semua anggota MPR .

"Kalau ada yang menyalah-nyalahkan Amien Rais, berarti ada yang melupakan sejarah. Itu juga sama dengan menyalahkan rakyat yang memang menginginkan amendemen," katanya.

Namun demikian, kata dia, perlu diketahui bahwa di luar sana banyak sekali masyarakat yang menyambut gembira amendemen UUD 1945. Dengan amandemen itu, kata Saleh, ada banyak perubahan dalam sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia. Termasuk menganulir kepemimpinan seorang presiden lebih dari dua periode.

"Dengan amendemen, sistem demokrasi Indonesia menjadi lebih terbuka. Kesempatan untuk mengisi jabatan-jabatan politik terbuka lebar bagi semua pihak," tuturnya.

Dia yakin Amien Rais sangat terbuka untuk mendiskusikan persoalan ini kepada siapa saja. Apalagi kepada Try Soetrisno yang juga dianggap bagian penting dari sejarah reformasi itu.

Namun demikian, lanjut dia, diskusi seperti itu harus dilakukan secara baik-baik tanpa ada niat dan pretensi untuk saling menyalahkan. "Jangan dengan mudah menyebut pengkhianat bangsa. Sebab, orang lain juga tahu sejarah. Orang lain juga punya penilaian sendiri siapa yang berjasa dan siapa yang berkhianat," ungkapnya.

Sebelumnya Try Sutrisno mengungkapkan kekesalannya kepada Amien saat amandemen UUD 1945 di era reformasi. Try mengaku pernah mengingatkan Amien dengan menegaskan usulan melakukan amendemen UUD 1945 adalah sebuah langkah yang salah.

"Kemarin ada itu, saya tangkap itu, karena itu kita selalu ingatkan Amien Rais waktu amendemen empat kali dan sekarang Amien Rais mengaku salah," ujar Try di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat 22 September 2017.

Meski sudah diingatkan, lanjut Try, Amien masih berupaya menenangkannya. Saat dirinya bertemu dengan Amien di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI di akhir tahun 1990-an, Amien menyampaikan kepadanya agar tak gusar dengan proses amendemen.

Namun kenyataannya, Try mengaku hanya menemukan lima kesepakatan dari enam kesepakatan yang sebelumnya dijanjikan Amien Rais akan disertakan dalam amendemen UUD 1945 tersebut.

"NKRI tidak diotak-atik, UUD tetap harus itu, sistem presidensial tetap akan diperkuat, check and balances dipertajam, penjelasan UUD yang objektif akan dijadikan materi dan terakhir ini dilakukan dengan cara adendum," tuturnya.

Kekecewaan Try bertambah karena hasil amendemen tidak dilakukan oleh MPR. Apalagi saat itu Amien merupakan Ketua MPR. "Tetapi setelah terjadi diketok dan empat kali diamandemen itu, kesepakatan semuanya tidak dijalankan oleh MPR sesuai catatan kita. Kalau kata orang Pak Ali Sadikin lebih keras bicara, pengkhianat bangsa ini Amien Rais," ujar Try.
(dam)
Berita Terkait
Deretan Gubernur dan...
Deretan Gubernur dan Menteri Hadiri Bimtek PAN di Bali
BM PAN Bersama Buruh...
BM PAN Bersama Buruh Dampingi Riyan Hidayat Ambil Formulir Caketum
PAN Gelar Kongres ke-VI...
PAN Gelar Kongres ke-VI di Jakarta, Ini Harapan BM PAN
PAN Didesak Percepat...
PAN Didesak Percepat Proses PAW Hanafi Rais
Musda PAN Tak Digelar...
Musda PAN Tak Digelar Serentak, Tahap Pertama Hanya 16 Daerah
Pengamat Nilai Komunikasi...
Pengamat Nilai Komunikasi PAN Kedepankan Politik Kerukunan Bangsa
Berita Terkini
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Infografis
Artis dan Influencer...
Artis dan Influencer Wajib Tahu 4 Fakta Tentang Pajak Kenikmatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved