KPK Bertandang ke DPP Golkar Bicara Soal Integritas Parpol

Senin, 18 September 2017 - 13:44 WIB
KPK Bertandang ke DPP...
KPK Bertandang ke DPP Golkar Bicara Soal Integritas Parpol
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan safari ke sejumlah partai politik (parpol) untuk membicarakan upaya penguatan integritas parpol. Hari ini, lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu akan bertandang ke Kantor DPP Partai Golkar.

Politikus Golkar Bambang Soesatyo menyambut baik safari KPK dalam rangka peningkatan integritas parpol. Bambang mengatakan, Golkar telah memiliki pakta integritas antikorupsi.

"Kita sudah menandatangani pakta integritas," kata Bambang saat dikonfirmasi, Senin (18/9/2017).

Seperti informasi yang diperoleh dari pihak KPK, rencananya siang ini Deputi Pencegahan Pahala Nainggolan yang akan datang ke Kantor DPP Partai Golkar.

Pertemuan antara KPK dan Golkar akan membahas sejumlah isu strategis di bidang pencegahan korupsi. Mulai dari penggunaan dana parpol hingga pencegahan politik uang.

"Dana parpol sudah dinaikkan Pemerintah. Politik uang tidak boleh dilakukan," ucap Bambang.

Sebelumnya, pengamat politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan, klaim Golkar yang mengatakan status Novanto sebagai tersangka tak berpengaruh pada kerja dan elektabilitas Partai terbantah dengan hasil survei politik yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) baru-baru ini.

(Baca juga: Parpol Bersih dan Sehat Bakal Lahirkan Pemimpin Berintegritas)

Dalam survei tersebut, kata Emrus, Partai Golkar berada di urutan ketiga setelah PDIP dan Partai Gerindra. "Hasil survei CSIS itu bukan tanpa data. Hasil survei itu mematahkan pernyataan Sekjen Golkar," kata Emrus melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, kemarin.

Emrus mengatakan, elektabilitas partai bukan ditentukan oleh pernyataan seorang sekjen. Akan tetapi, isu korupsi bisa menggerus suara partai.

Dia mengingatkan Golkar agar belajar dari Partai Demokrat yang suaranya terjungkal bebas saat ketua umumnya saat itu, Anas Urbaningrum terjerat kasus korupsi.

"Meski posisi Anas digantikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan tetapi tidak dapat mendongkrak suara partai secara signifikan. Padahal SBY saat itu seorang Presiden, dengan segala kemampuannya seharusnya bisa meningkatkan elektabilitas partai, tapi ternyata tidak bisa berbuat banyak," ujar Emrus.
(maf)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Pakar Hukum: Penetapan...
Pakar Hukum: Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa Asal Ada 2 Alat Bukti
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
10 Tahun Arbitrase Laut...
10 Tahun Arbitrase Laut China Selatan Tak Mempan, Saatnya Mulai Perundingan COC
Kebijakan Kemenhut Dinilai...
Kebijakan Kemenhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved