PBNU Siapkan Langkah Protes Kejahatan Kemanusiaan di Myanmar
Sabtu, 02 September 2017 - 14:10 WIB
PBNU Siapkan Langkah Protes Kejahatan Kemanusiaan di Myanmar
A
A
A
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang menyiapkan rencana aksi untuk menyikapi kejahatan kemanusiaan di Myanmar. Kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Myanmar bukan hanya dikecam umat Islam namun dari berbagai kalangan.
Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj mengatakan, kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Myanmar telah mencemarkan nama tokoh penerima nobel perdamaian, Aung San Suu Kyi. Menurutnya Aung San Suu Kyi telah membiarkan terjadinya pembantaian umat muslim di Myanmar.
"Percuma saja itu nobel diraih, kalau pembantaian atas muslim Rohingya dibiarkan," tegas Said di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (2/9/2017). (Baca: PB PMII Desak Kedubes Myanmar Hengkang dari Indonesia)
Sebelumnya, pimpinan dan anggota DPR juga ikut mengutuk kejahatan kemanusiaan di Myanmar. Selain itu organisasi kemahasiswaan, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga mengutuk kejahatan kemanusiaan tersebut.
Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj mengatakan, kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Myanmar telah mencemarkan nama tokoh penerima nobel perdamaian, Aung San Suu Kyi. Menurutnya Aung San Suu Kyi telah membiarkan terjadinya pembantaian umat muslim di Myanmar.
"Percuma saja itu nobel diraih, kalau pembantaian atas muslim Rohingya dibiarkan," tegas Said di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (2/9/2017). (Baca: PB PMII Desak Kedubes Myanmar Hengkang dari Indonesia)
Sebelumnya, pimpinan dan anggota DPR juga ikut mengutuk kejahatan kemanusiaan di Myanmar. Selain itu organisasi kemahasiswaan, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga mengutuk kejahatan kemanusiaan tersebut.
(kur)