Said Aqil Nilai Saracen seperti Teroris dan Punya Motif Politik

Minggu, 27 Agustus 2017 - 15:34 WIB
Said Aqil Nilai Saracen...
Said Aqil Nilai Saracen seperti Teroris dan Punya Motif Politik
A A A
SURABAYA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menilai ada banyak pihak yang mencoba untuk merusak demokrasi di Indonesia.

Salah satunya menyebar kebencian yang sudah keluar dari kebudayaan bangsa Indonesia. Bahkan, kata dia, sindikat jual beli ujaran kebencian sudah seperti teroris yang mengancam keutuhan masyarakat.

“Saya sendiri saja sering difitnah oleh mereka. Tapi saya diamkan saja, mereka terus memproduksi isu-isu sensitif yang tak benar untuk disebarluaskan,” ujar Said ketika ditemui di sela-sela acara diskusi bertema Demokrasi yang Pancasilais di Museum House of Sampoerna Surabaya, Sabtu (26/8/2017) tadi malam.

Hal itu diungkapkan Said terkait langkah Polri yang membongkar sindikat penyebar kabar bohong (hoax) dan kebencian di media sosial (medsos).

Said melanjutkan, isu-isu berbau ras dan agama terus dieksploitasi. Isu itu kemudian diarahkan untuk motif politik tertentu dalam memenangkan seseorang maupun menjatuhkannya. “Sudah jelas terorganisir, Saracen punya motif politik,” ucapnya.

Said juga mengatakan, kalau ada pihak yang sudah melakukan tindakan dan berdampak pada kegaduhan di masyarakat, perang saudara, perpecahan etnis, bahkan menghalalkan segala cara itu termasuk tindakan teror.

Kelompok tersebut dikatakannya membuka peluang aksi teror yang terus dilakukan secara masif. “Saracen ini bikin konflik dan perang saudara. Mereka membuat orang saling menghalalkan darah, itu sudah teror,” ucapnya. (Baca juga: Polisi Tangkap Kelompok Penyebar Kebencian di Medsos )

Staf Khusus Kantor Kepresidenan, Dimas Oky Nugroho mengatakan, di negara demokrasi gesekan menjadi bumbu yang tidak bisa dihindari. “Tapi semua itu harus dikelola secara produktif dan positif,” katanya.

Isu agama, kata Oki, menjadi rawan dalam beberapa tahun terakhir. Makanya perlu gotong royong dari banyak pihak untuk bisa mengatasi semua serangan.
“Penyebar fitnah memang harus dihentikan. Masyarakat juga sekarang bisa lebih waspada dalam memilah informasi,” ujarnya.
(dam)
Berita Terkait
Aaliyah Massaid Laporkan...
Aaliyah Massaid Laporkan 3 Akun Media Sosial atas Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik
Tanpa Somasi, Sarwendah...
Tanpa Somasi, Sarwendah Laporkan Akun Media Sosial yang Diduga Cemarkan Nama Baik
Sambangi Polres Jaksel,...
Sambangi Polres Jaksel, Hamish Daud Serius Tindaklanjuti Dugaan Fitnah di Media Sosial
Fadli Zon Ngadu ke Kapolri,...
Fadli Zon 'Ngadu' ke Kapolri, Kuasa Hukum Denny Siregar Ungkit Kasus Lama
Dipolisikan H. Faisal,...
Dipolisikan H. Faisal, Tiara Marleen Kapok Berkoar-koar di Media Sosial
Nama Baik Sultan Hamid...
Nama Baik Sultan Hamid II Dicemarkan Sultan Pontianak IX Lapor ke Polda Kalbar
Berita Terkini
DPP PPP Menangkan 5...
DPP PPP Menangkan 5 Gugatan Sengketa Internal, PN Jakpus Perkuat Legalitas Kepengurusan Partai
Kemenag Siapkan Konten...
Kemenag Siapkan Konten Edukasi untuk Cegah Penyebaran LGBTQ
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved