Ketum GP Ansor Ulurkan Tangan Bayar Kontrak Rumah Ponpes Al-Kasyaf

Kamis, 10 Agustus 2017 - 18:47 WIB
Ketum GP Ansor Ulurkan...
Ketum GP Ansor Ulurkan Tangan Bayar Kontrak Rumah Ponpes Al-Kasyaf
A A A
JAKARTA - Puluhan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Yatim Piatu Al-Kasyaf terpaksa tidur di teras rumah, karena rumah yang disewa untuk pesantren mereka habis kontraknya. Ponpes tersebut beralamat di Kompleks Vijaya Kusuma, Jalan Desa Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jabar.

Lokasinya yang lumayan jauh dari pusat kota dan bersebelahan dengan wilayah Kabupaten Bandung. Kondisi memprihatikan ini menggerakkan hati Ketua Umum GP Ansor NU Yaqut Cholil Qoumas untuk membantu.

"Setelah mendengar kabar ini, saya perintahkan sahabat-sahabat Ansor di Jawa Barat bergerak menuju lokasi, langsung membantu, saya pribadi membantu biaya kontrak rumah yang insya Allah cukup untuk satu tahun," ujar Gus Yaqut sapaan akrabnya lewat rilis yang diterima SINDOnews, Kamis (10/8/2017).

Selain membantu biaya kontrak rumah, keponakan kiai kharismatik NU, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) itu juga membelikan mesin foto copy untuk Pesantren Al-Kasyaf.

"Kami juga membelikan mesin foto copy, karena pesantren ini peduli pada dunia literasi yang mendidik santri-santri berkarya dalam tulisan yang diperbayak dan diedarkan secara terbatas," tutur panglima tertinggi Banser NU ini.

Menurut catatan Ansor NU, Pimpinan Ponpes bernama Kiai Giovani Van Rega, lulusan IAIN Bandung S1 dan S2 jurusan filsafat dan pemikiran Islam, dan sedang melanjutkan S3 ilmu agama Islam dan alumni Ponpes Darul Ma'arif Ciamis.

Jumlah santri yang diasuh 80 orang, makan kebutuhan sehari-hari, sekolah dibiayai oleh donatur dan hasil ceramah dari pimpinan pesantren. Yang unik dari Ponpes ini sangat menjunjung tinggi literasi baca buku dan mewajibkan seluruh santrinya setiap bulan membuat buku dengan tema bebas.

Yang menjadi permasalahan, Ponpes ini masih mengontrak sejumlah tujuh rumah yang letaknya berbeda-beda. Yang mana rumah tersebut dijadikan pondokan dan aktivitas belajar mengajar, 4 rumah untuk santriwan, 3 rumah untuk santriwati.

"Dari semuanya, cuma tiga rumah saja yang memang habis waktu sewanya. Sisanya masih aman," ujar Kiai Giovani, Pengasuh Pesantren yang berusia 37 tahun ini.

Tiga rumah habis masa sewa kontraknya dan menurut keterangan Kiai Giovani yang empunya rumah tidak akan disewakan lagi, sedangkan apabila mengontrak di tempat lain yang berdekatan biaya sewa rumah sudah naik/mahal di angka Rp25 juta/tahun.

Karena kondisi keuangan di Ponpes sekarang tidak mencukupi, maka 35 santri terpaksa menggunakan teras rumah untuk tidur dengan alas seadanya dan bahkan memasang tenda sederhana. Kondisi tersebut sudah berlangsung selama dua pekan.
(kri)
Berita Terkait
Selamat untuk Nahdlatul...
Selamat untuk Nahdlatul Ulama!
Jembatan Peradaban Nahdlatul...
Jembatan Peradaban Nahdlatul Ulama
Visi Nahdlatul Ulama...
Visi Nahdlatul Ulama Abad Kedua
Kemesraan Muhammadiyah-Nahdlatul...
Kemesraan Muhammadiyah-Nahdlatul Ulama, Bagaimana Memahaminya?
Nahdlatul Ulama Akan...
Nahdlatul Ulama Akan Bangun Peradaban dari Lautan
Semua Wilayah Siap Menyukseskan...
Semua Wilayah Siap Menyukseskan Porseni Nahdlatul Ulama
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved