Fraksi PAN Siap Tarik Diri dari Pansus Hak Angket KPK

Jum'at, 28 Juli 2017 - 18:25 WIB
Fraksi PAN Siap Tarik...
Fraksi PAN Siap Tarik Diri dari Pansus Hak Angket KPK
A A A
MALANG - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR akan menarik keanggotaannya di dalam Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Malang, Jumat (28/7/2017).

Mantan menhut di era Presiden SBY tersebut menegaskan, saat ini sedang melakukan evaluasi terhadap keberadaan anggota Fraksi PAN di dalam Pansus Hak Angket KPK tersebut. “Kita evaluasi. Keputusannya kita tunggu hasil evaluasi nanti ya,” ujarnya.

Evaluasi terhadap keikutsertaan Fraksi PAN dalam Pansus Hak Angket KPK ini. Diakui Zulkifli, sangat penting utamanya setelah beredar isu bahwa Pansus Hak Angket KPK digulirkan, sebagai tawar-menawar terhadap kasus dugaan korupsi e-KTP.

“Kalau terbukti merugikan KPK dan terindikasi kuat menjadi alat barter terhadap kasus e-KTP, maka kita akan tarik diri,” tegasnya.

Terkait seruan agar kader PAN, segera keluar dari Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-JK, Zulkifli menegaskan, bahwa soal pergantian menteri dalam Kabinet Kerja, merupakan hak prerogatif presiden. Pihaknya tidak akan ikut campur terkait pergantian menteri, agar presiden tetap bisa bekerja maksimal untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Kami tetap akan mendukung pemerintah, dalam melaksanakan pemerataan pembangunan,” imbuhnya.

Dia juga ikut menanggapi terkait adanya pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudoyono (SBY), dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Cikeas, pada Kamis 27 Juli 2017 malam. Zulkifli menilai, merupakan hal yang baik dan positif untuk bangsa.

Pertemuan para tokoh bangsa ini, diakuinya sangat dibutuhkan untuk menyejukkan situasi bangsa dan masyarakat. “Kita boleh beda pilihan politik, tetapi silaturahmi harus terus berjalan. Saling menghormati antar sesama, karena kita merupakan keluarga besar Indonesia. Jangan sampai kita bermusuhan hanya karena Pilkada, Pileg, maupun Pilpres. Sekarang yang terpenting bekerja untuk masyarakat, agar mereka bisa cepat sejahtera. Soal Pilpres, itu masih sangat jauh, jangan lukai masyarakat,” tuturnya.
(kri)
Berita Terkait
Budi Santoso: Revisi...
Budi Santoso: Revisi UU KPK Berhubungan Erat dengan Hasil Pansus Angket DPR
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Pegawai KPK Tolak Pelatihan...
Pegawai KPK Tolak Pelatihan Bela Negara di Kemenhan
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Hendardi Sebut 5 Pimpinan...
Hendardi Sebut 5 Pimpinan KPK Pilihan DPR Sulit Dapat Kepercayaan Publik
Berita Terkini
MUI Soroti Penangkapan...
MUI Soroti Penangkapan Ulama Palestina Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, Pertanyakan Verifikasi Tuduhan Terorisme
Prabowo Tunjuk Asep...
Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jabat Jampidsus
Dilantik Prabowo Jadi...
Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Breaking News! Wamentan...
Breaking News! Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved