Prabowo Tak Mau Ditertawakan Sejarah

Jum'at, 28 Juli 2017 - 05:02 WIB
Prabowo Tak Mau Ditertawakan...
Prabowo Tak Mau Ditertawakan Sejarah
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjelaskan sikap partainya bersama Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang menolak ikut mengesahkan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu.

Adapun penolakan itu lantaran Gerindra tidak setuju penerapan syarat ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) untuk Pilpres 2019 sebesar 20% perolehan kursi di DPR atau 25% suara sah nasional.

"Bagi kami setiap upaya mengurangi kualitas demokrasi atau menggunakan cara-cara yang tidak sesuai dengan akal sehat, atau menyakiti kemampuan berpikir rakyat Indonesia, bagi kami ini mencemaskan," ujar Prabowo saat jumpa pers di Pendopo Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono, Puri Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 27 Juli 2017.

Dia menjelaskan, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKS dan PAN tidak ikut bertanggung jawab atas disahkannya Undang-undang Pemilu oleh DPR pada Jumat 21 Juli lalu.

"Karena kita tidak mau ditertawakan oleh sejarah. Kekuasaan iya, silakan, mau berkuasa lima tahun, 10 tahun, 20 tahun, 50 tahun, di ujungnya sejarah yang akan menilai," kata Prabowo. (Baca juga: Prabowo Bertemu SBY, Gerindra Tegaskan Tak Ada Upaya Jegal Jokowi )

Saat sebelum Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu itu disahkan, dia mengaku menyampaikan kepada anggota partanya di DPR bahwa Gerindra tidak mau ikut dalam sesuatu yang melawan akal sehat dan logika.

"Presidential threshold 20 persen menurut kami adalah lelucon politik," ungkapnya.

Sebab, partainya khawatir demokrasi ke depan bisa dirusak. Maka itu, dia bersama SBY sepakat mengawal perjalanan bangsa ini ke arah yang baik.

"Mengingatkan rekan-rekan yang berada di kekuasaan bahwa demokrasi itu adalah jalan terbaik dan demokrasi membutuhkan semangat patuh kepada logika, semangat patuh kepada rule of the game dan harus adil," tuturnya
(dam)
Berita Terkait
3 Koalisi Partai Pendukung...
3 Koalisi Partai Pendukung Capres 2024, Koalisi Prabowo Terbesar
Prabowo-Cak Imin Sepakat...
Prabowo-Cak Imin Sepakat Koalisi, PKS Tegaskan Tetap Jalin Komunikasi dengan PKB
Soal Pertemuan Prabowo-SBY,...
Soal Pertemuan Prabowo-SBY, Gerindra: Sedang Cocokkan Waktu
Duet Prabowo-Puan Bergulir,...
Duet Prabowo-Puan Bergulir, Gerindra: Kemungkinan Koalisi Ada
Lanjutkan Pertemuan...
Lanjutkan Pertemuan Prabowo-Cak Imin, Gerindra-PKB Silaturahmi Bangun Koalisi
Elite Gerindra Nilai...
Elite Gerindra Nilai Pertemuan Prabowo dan Muhaimin Sangat Strategis untuk Pemilu 2024
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved