Tanggapan Jokowi Soal Tidak Adanya Perwakilan PAN di Istana
Rabu, 26 Juli 2017 - 12:45 WIB
Tanggapan Jokowi Soal Tidak Adanya Perwakilan PAN di Istana
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengungkapkan pertemuannya dengan pimpinan fraksi partai politik pendukung pemerintah di Istana Kepresidenan, dua hari lalu merupakan hal biasa.
"Pertemuan dengan parpol koalisi itu biasa kok, hanya ada yang diliput ada yang tidak diliput," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/7/2017).
Terkait tidak adanya perwakilan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam pertemuan tersebut, Jokowi menandaskan semua fraksi parpol pendukung pemerintah diundang.
"Tapi yang ngundang kan bukan saya," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini," tandas mantan Wali Kota Solo ini. (Baca juga: Tidak Diundang ke Istana, PAN: Kita Santai Saja! )
Menurut Jokowi, bisa saja sejumlah pihak menyebut PAN tak diundang. Namun Jokowi memastikan teknis undang-mengundang bukan urusan dirinya.
"Ya bisa saja ada yang undangannya enggak sampai. Ada yang sampai, tapi enggak hadir. Macam-macam. Tapi enggak ngerti, itu kan teknis. Mungkin di Mensesneg atau di ketua kelasnya," ucapnya.
Sebelumnya, keberadaan PAN dalam koalisi dipertanyakan PDIP. Kondisi itu terjadi pascapengambilan keputusan rapat paripurna revisi Undang-Udang tentang Penyelenggaraan Pemilu pada Jumat 21 Juli 2017.
Dalam rapat itu, PAN bersama Fraksi Gerindra, Fraksi PKS, Fraksi Demokrat melakukan aksi meninggalkan ruangan (walk out) karena tidak setuju opsi yang muncul dalam paripurna, salah satu penerapan syarat ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) sebesar 20% dari perolehan kursi DPR dan 25% perolehan suarah sah nasional.
"Pertemuan dengan parpol koalisi itu biasa kok, hanya ada yang diliput ada yang tidak diliput," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/7/2017).
Terkait tidak adanya perwakilan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam pertemuan tersebut, Jokowi menandaskan semua fraksi parpol pendukung pemerintah diundang.
"Tapi yang ngundang kan bukan saya," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini," tandas mantan Wali Kota Solo ini. (Baca juga: Tidak Diundang ke Istana, PAN: Kita Santai Saja! )
Menurut Jokowi, bisa saja sejumlah pihak menyebut PAN tak diundang. Namun Jokowi memastikan teknis undang-mengundang bukan urusan dirinya.
"Ya bisa saja ada yang undangannya enggak sampai. Ada yang sampai, tapi enggak hadir. Macam-macam. Tapi enggak ngerti, itu kan teknis. Mungkin di Mensesneg atau di ketua kelasnya," ucapnya.
Sebelumnya, keberadaan PAN dalam koalisi dipertanyakan PDIP. Kondisi itu terjadi pascapengambilan keputusan rapat paripurna revisi Undang-Udang tentang Penyelenggaraan Pemilu pada Jumat 21 Juli 2017.
Dalam rapat itu, PAN bersama Fraksi Gerindra, Fraksi PKS, Fraksi Demokrat melakukan aksi meninggalkan ruangan (walk out) karena tidak setuju opsi yang muncul dalam paripurna, salah satu penerapan syarat ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) sebesar 20% dari perolehan kursi DPR dan 25% perolehan suarah sah nasional.
(dam)