Keberhasilan Presidential Threshold Dipertanyakan, Begini Jawaban Mendagri

Selasa, 11 Juli 2017 - 14:36 WIB
Keberhasilan Presidential...
Keberhasilan Presidential Threshold Dipertanyakan, Begini Jawaban Mendagri
A A A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dalam beberapa kesempatan kerap menyampaikan keberhasilan Presidential Threshold‎ diterapkan dalam pemilu. Namun, keberhasilan tersebut dipertanyakan sejumlah kalangan.

Menanggapi hal ini, Tjahjo ‎memaparkan soal dua kali pemilu presiden yang berlangsung demokratis. Pertama, pemilu presiden 2009 yang diikuti oleh lima pasang calon dan pemilu 2014 yang diikuti dua pasangan calon.

"Karena memang undang-undang mengatakan parpol atau gabungan parpol boleh, maka mereka bergabung sehingga Demokrat tidak punya calon, Golkar tidak punya calon, bergabung di dua pasang Pak Jokowi Pak JK‎," papar Tjahjo di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Selain pemilu presiden, keberhasilan model Presidential Threshold juga dibuktikan dalam dua kali Pilkada serentak yang sudah dilaksanakan. Dia mengklaim, pilkada serentak berhasil tanpa gugatan yang signifikan di Mahkamah Kontitusi.

Menurut Tjahjo, pihak-pihak yang saat ini masih kekeuh untuk menolak Presidential threshold sebenarnya mereka hanya ingin meminta diskon dari pemerintah agar angkanya tidak mencapai 20 dan 25 persen sebagai syarat mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Bukan masalah diskon, (ini) masalah sebuah sistem yang kita sepakat sistem yang kuat. Mari kita pertahankan untuk membangun sistem presidensial yang efektif," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Jimly, Mahfud, dan Refly...
Jimly, Mahfud, dan Refly Hadiri RDPU Komisi II DPR Bahas Pemilu
Perppu Pemilu Disahkan...
Perppu Pemilu Disahkan DPR Jadi Undang-Undang
Argumen Istana Soal...
Argumen Istana Soal RUU Pemilu Tak Menjawab Masalah
RUU Pemilu Dicabut dari...
RUU Pemilu Dicabut dari Prolegnas 2021, Bakal Lahir Perppu?
Maju-Mundur Revisi UU...
Maju-Mundur Revisi UU Pemilu, Kode Inisiatif: Serentak Bukan Hanya Urusan Waktu
Demokrat Sebut Alasan...
Demokrat Sebut Alasan Pemerintah Tolak RUU Pemilu Lemah dan Rapuh
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
TNI AL Siapkan Kapal...
TNI AL Siapkan Kapal Mudik Gratis, Begini Persyaratannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved