Kemenag Usul Gunakan Chip untuk Pantau Jamaah Haji

Jum'at, 16 Juni 2017 - 09:33 WIB
Kemenag Usul Gunakan...
Kemenag Usul Gunakan Chip untuk Pantau Jamaah Haji
A A A
JAKARTA - Pemerintah mewacanakan penggunaan gelang dengan chip bagi para jamaah haji Indonesia. Gelang ber-chip ini bisa menjawab sejumlah persoalan yang selalu terjadi setiap tahunnya dalam pelaksanaan haji.

Hal itu dikatakan oleh Pelaksana tugas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Nur Syam kepada para petugas haji 1438 H/2017 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

"Gelang ber-chip ini bisa memastikan posisi jamaah, misalnya kalau yang bersangkutan hilang. Selain itu, petugas haji juga bisa memantau kesehatan jamaah haji pemakainya," ungkap Nur Syam, Jumat (16/6/2017).

Namun pemakaian teknologi tersebut belum bisa diterapkan mengingat mahalnya harga yang harus dibayar. Sebab harga per satu chip mencapai Rp1 juta sehingga bila jamaah hajinya 221.000 orang, maka anggarannya mencapai Rp221 miliar. "Kita masih terganjal anggaran, walaupun alat ini sangat membantu," ucapnya.

Nur Syam mengakui, masalah yang sama selalu membelit jamaah haji Indonesia. Salah satunya banyak jamaah yang tersesat.

"Sulit untuk menghilangkan sama sekali masalah. Karena walaupun tiap tahun diselenggarakan, tapi jamaah haji tiap tahun selalu berbeda. Akibatnya setiap tahun masalah sama juga terjadi," kata Nur Syam.

Sebelumnya, Ketua Tim Pengadaan Layanan Konsumsi di Arab Saudi, Arsyad Hidayat mengatakan, tahun ini jamaah haji akan mengenakan gelang barcode berisi data-data jamaah. Hal ini sesuai permintaan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terkait penerapan E-hajj.

(Baca juga: Jamaah Haji RI Dibagi 70 Maktab, Jarak Terjauh 1,5 Km)

Dikatakannya, tujuan dari pemakaian gelang barcode ini adalah untuk memastikan bahwa jamaah haji pemakainya sudah terjamin akomodasi, katering, dan transportasinya dalam prosesi haji.

"Bahannya dari kertas yang dibungkus plastik. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, mudah rusak. Jadi sebaiknya jangan dipakai saat berwudhu atau mandi," papar Arsyad.

Ditanya apakah banyak tempat akan menye-scan gelang itu, dia menjawab, sepengetahuannya baru akan dilakukan di bandara. "Saya belum tahu apakah akan digunakan juga saat akan memasuki Arafah," imbuhnya.

Arsyad menambahkan, saat ini pemerintah tengah bernegosiasi dengan Arab Saudi sehubungan permintaan mereka agar check-in barang dilakukan saat bersamaan jamaah check-in di bandara. Pemerintah jelas menolak karena dikhawatirkan malah menghambat proses imigrasi dan membuat pesawat dekat.

"Masih dinegosiasikan. Karena akan mengubah sistem selama ini bahwa barang dikirim 24-48 jam sebelum jamaah diberangkatkan. Selain itu membantu menyaring barang-barang yang tidak dibolehkan dibawa di bagasi pesawat," paparnya.

Di mencontohkan, banyak jamaah yang membawa air zamzam. Padahal itu dilarang karena sebenarnya setiap jamaah mendapatkan jatah 5 liter air zamzam dan itu sudah disiapkan di Tanah Air.
(maf)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Berita Terkini
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
KPK Periksa Bupati Muara...
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison setelah OTT ASN BPK
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved