Cegah Penyusupan ISIS, ASEAN Harus Perketat Penjagaan Perairan
Minggu, 11 Juni 2017 - 00:30 WIB
Cegah Penyusupan ISIS, ASEAN Harus Perketat Penjagaan Perairan
A
A
A
JAKARTA - Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN, harus bersama-sama memperketat pengawasan dan penjagaan perairan yang berdekatan dengan Filipina. Kewaspadaan harus ditingkatkan menyusul meningkatnya eskalasi keterangan di Mawari, Filipina Selatan.
Anggota Komisi I DPR Evita Nursanty, meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan khususnya di perairan yang terdekat dengan Filipina Selatan, baik di Indonesia maupun Malaysia. Hal itu untuk mengantisipasi makin tingginya lalulintas kelompok teroris, logistik, maupun pendanaan.
Menurut Evita, jika Indonesia dan Malaysia dan seluruh anggota ASEAN tidak berbuat sesuatu yang lebih tegas maka eksistensi kelompok teroris di kawasan Asia Tenggara akan semakin kuat. Karena itu dia mendukung tawaran yang sudah disampaikan pemerintah Malaysia dan Indonesia dan negara anggota ASEAN lainnya untuk membantu Filipina.
"Kejadian di Marawi akan sangat menentukan bagi masa depan terorisme di Asia Tenggara dan kontribusi Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi isu terorisme. Dalam kondisi darurat militer, teroris terdesak dan butuh logistik dan juga lalu lintas teroris yang masuk dan keluar. Ini harus diwaspadai," katanya, Sabtu (10/6/2017)
Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menyebut, perairan di sejumlah provinsi di bagian Utara Indonesia mulai dari Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah hingga Maluku Utara menjadi sangat rawan sehingga diperlukan penanganan khusus. Termasuk kerja sama lintas kekuatan dan lintas sektor dengan melibatkan masyarakat.
Anggota Komisi I DPR Evita Nursanty, meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan khususnya di perairan yang terdekat dengan Filipina Selatan, baik di Indonesia maupun Malaysia. Hal itu untuk mengantisipasi makin tingginya lalulintas kelompok teroris, logistik, maupun pendanaan.
Menurut Evita, jika Indonesia dan Malaysia dan seluruh anggota ASEAN tidak berbuat sesuatu yang lebih tegas maka eksistensi kelompok teroris di kawasan Asia Tenggara akan semakin kuat. Karena itu dia mendukung tawaran yang sudah disampaikan pemerintah Malaysia dan Indonesia dan negara anggota ASEAN lainnya untuk membantu Filipina.
"Kejadian di Marawi akan sangat menentukan bagi masa depan terorisme di Asia Tenggara dan kontribusi Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi isu terorisme. Dalam kondisi darurat militer, teroris terdesak dan butuh logistik dan juga lalu lintas teroris yang masuk dan keluar. Ini harus diwaspadai," katanya, Sabtu (10/6/2017)
Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menyebut, perairan di sejumlah provinsi di bagian Utara Indonesia mulai dari Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah hingga Maluku Utara menjadi sangat rawan sehingga diperlukan penanganan khusus. Termasuk kerja sama lintas kekuatan dan lintas sektor dengan melibatkan masyarakat.
(wib)