ACTA Nilai Ada Penggiringan Opini Terkait Persekusi

Senin, 05 Juni 2017 - 18:02 WIB
ACTA Nilai Ada Penggiringan...
ACTA Nilai Ada Penggiringan Opini Terkait Persekusi
A A A
JAKARTA - Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) memberi ‎pandangan hukum terkait kondisi politik yang terjadi saat ini. ACTA menilai, setelah Pilkada DKI Jakarta masih dirasakan kondisi masyarakat yang terbelah antara pendukung dan penentang mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Yang pertama adalah adanya upaya penggiringan opini bahwa saat ini di Jakarta telah terjadi persekusi," kata ‎Wakil Ketua ACTA, Agustiar, saat jumpa pers di Hotel Ibis, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2017).

Agustiar menegaskan, istilah persekusi tidak ada dalam sistem hukum pidana di Indonesia. Menurut dia, persekusi adalah tindak pidana terhadap kemanusiaan sangat serius yang diatur dalam Rome Statuta of The Internasional Criminal Court (Statuta Roma).

"Yang artinya kurang lebih pencabutan hak-hak fundamental yang disengaja dan berat yang bertentangan dengan hukum internasional dengan alasan identitas kelompok," tuturnya.

(Baca juga: PPP Imbau Persekusi dan Ujaran Kebencian Segera Dihentikan)

Menurut Agustiar, contoh kasus persekusi yang pernah di sidang di ICC adalah kasus Wakil Presiden Kenya, William Somoei Ruto yang dinilai bertanggung jawab‎ melakukan perburuan etnik Kikuyu, Kamba, dan Kisii yang dianggap sebagai pendukung Party of Nasional Unity (PNU) yang merupakan lawan politiknya.

Dia mengatakan, inti dari kategori persekusi harus ada motif kebencian berdasarkan identitas, baik ras, agama, ataupun gender, bukan perbuatan orang yang menjadi korban.‎

Menurut dia, apa yang disebut persekusi di Indonesia akhir-akhir ini jelas bukan persekusi karena korban digeruduk, bukan karena identitas, namun karena perbuatannya yang dianggap menyinggung pihak lain.

"Buktinya ada jutaan orang lain dengan identitas yang sama dengan korban, tapi baik-baik saja, dan tidak diganggu sama sekali," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Soroti Pernyataan Amien...
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah
Bareskrim Polri Tetapkan...
Bareskrim Polri Tetapkan Ustaz Maaher Sebagai Tersangka
Polemik Penceramah Radikal,...
Polemik Penceramah Radikal, DPR: Penyebaran Radikalisme dan Ekstremisme Meningkat
Gus Nur Ditetapkan Tersangka...
Gus Nur Ditetapkan Tersangka Ujaran Kebencian dan Penghinaan
Bareskrim Polri Tetapkan...
Bareskrim Polri Tetapkan Ustaz Maaher Tersangka Ujaran Kebencian
Argo Yuwono: Korban...
Argo Yuwono: Korban Ujaran Kebencian di Media Sosial Segera Lapor Polisi
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved