Hoax dan SARA Banyak Terjadi di Putaran Pertama Pilkada DKI

Senin, 22 Mei 2017 - 15:26 WIB
Hoax dan SARA Banyak...
Hoax dan SARA Banyak Terjadi di Putaran Pertama Pilkada DKI
A A A
JAKARTA - Komisi Informasi Pusat (KIP) menemukan fakta penyebaran berita bohong (hoax) dan isu SARA ada kaitannya dengan pemilihan kepala daerah (pilkada). Berdasarkan data laporan pengaduan konten negatif yang masuk ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Januari laporan yang masuk tentang hoax mencapai (5.070), SARA (5.144), Februari hoax (658), SARA (1.650), Maret hoax (111), SARA (561), April hoax (25) dan SARA (266).

“Jadi kenapa SARA dan hoax bisa tinggi di Januari saya duga ada kaitannya dengan pilkada. Karena ternyata setelah Februari turun, padahal Januari mencapai 5 ribu,” ujar Ketua KIP Abdulhamid Dipopramono saat menjadi pembicara diskusi yang digelar KIP bertema 'Lawan Hoax dengan Keterbukan Informasi' di Jakarta, Senin (22/5/2017).

Hari pemungutan suara pilkada sendiri jatuh pada 15 Februari 2017, sementara khusus untuk Pilkada DKI Jakarta (yang menganut dua putaran) putaran kedua jatuh pada 19 April 2017. “Silakan dianalisis, tapi waktu itu (putaran pertama) masih ada tiga calon serangannya sangat luar biasa dan ternyata hoax itu sangat tinggi pelaku dan motifnya,” tutur Hamid.

Hamid sepakat cara melawan hoax adalah dengan memberikan klarifikasi secepatnya atas informasi tidak benar yang sudah beredar di masyarakat. Untuk itu keterbukaan infomasi menurut dia menjadi penting dijalankan oleh lembaga publik.

“Badan publik tidak bisa pasif, padahal keterbukaan publik bukan kewajiban, tapi suatu kebutuhan dari badan publik. Tujuannya untuk merebut panggung yang semakin dikuasai oleh informasi yang tidak terverifikasi,” tambah Hamid.

Berdasarkan data laporan pengaduan konten negatif yang masuk ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) selain hoax dan SARA, ada juga laporan mengenai pornografi yang pada Januari mencapai (308), Februari (2.348), Maret (2.715) dan April (364). Radikalisme/terorisme Januari (255), Februari (27), Maret (26), April (28). Penipuan online Januari (80), Februari (334), Maret (87), April (48). Kekerasan Januari (2), Februari (5), Maret (20), April (8).
(kri)
Berita Terkait
Jadi Alat Propaganda,...
Jadi Alat Propaganda, DPD: Hoaks Ancam Persatuan Bangsa
Negara, Pendengung,...
Negara, Pendengung, dan Ancaman Disinformasi
Media Punya Peran Penting...
Media Punya Peran Penting Menjaga Kredibilitas Informasi
Pengamat Sebut Influencer...
Pengamat Sebut Influencer Dibutuhkan untuk Sampaikan Informasi
Fenomena Komputasi di...
Fenomena Komputasi di Negara Demokrasi, Pengamat: Untuk Manipulasi Informasi
Percepatan Teknologi...
Percepatan Teknologi Dorong Transformasi Media Sosial
Berita Terkini
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved