Purnawirawan TNI-Polri Ini Dukung HTI Dibubarkan

Jum'at, 12 Mei 2017 - 17:30 WIB
Purnawirawan TNI-Polri...
Purnawirawan TNI-Polri Ini Dukung HTI Dibubarkan
A A A
JAKARTA - Barisan purnawirawan perwira tinggi TNI-Polri mendukung langkah pemerintah yang akan membubarkan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melalui jalur hukum.

Dukungan ini disampaikan melalui pembacaan pernyataan sikap di Kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Ada enam pensiunan perwira tinggi TNI-Polri yang menandatangani dukungan pembubaran HTI. Di antaranya, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar selaku Ketum DPP Pepabri, Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri selaku Ketum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Laksdya (Purn) Putu Ardani mewakili PPAL.

Lalu ada nama Marsdya TNI (Purn) I Gusti Made Oka mewakili PPAU, Marsda TNI (Purn) Suwito Adi selaku Sekjen Legiun Veteran Indonesia, dan Jenderal Pol (Purn) Bambang Hendarso Danuri selaku Ketum PP Polri.

Saat memberikan keterangan pers, Agum Gumelar menyatakan, organisasi persatuan purnawirawan angkatan dan Polri serta veteran tidak bisa berdiam diri melihat kondisi terkini yang tengah dihadapi bangsa ini. "Olah tindak dan olah pikir kami nantinya untuk kepentingan bangsa dan negara," ucap Agum di Jakarta, Jumat (12/5/2017).

(Baca juga: HTI Sebut Kami Akan Melakukan Perlawanan Hukum!)

Agum mengatakan, pihaknya khawatir dengan maraknya paham radikal yang bertentangan dengan Pancasila, terutama gerakan pendirian khilafah nusantara yang dimotori oleh HTI. Penyebaran paham khilafah ini, kata Agum, berpotensi menimbulkan konflik horizontal di masyarakat.

"Kami mengapresiasi serta mendukung sepenuhnya tindakan tegas pemerintah yang telah membubarkan HTI melalui proses hukum," kata Agum.

Lanjut Agum, para purnawirawan berharap tindakan tegas serupa bisa diterapkan pada organisasi lain yang mengkampanyekan paham radikal dan bertentangan dengan Pancasila.

Diakui Agum, penghapusan radikalisme tidak akan selesai hanya dengan pembubaran organisasi. Radikalisme, kata dia, menyangkut hati dan pikiran. Para purnawirawan menyatakan tindakan pembubaran diikuti langkah strategis berupa deradikalisasi secara masif, terencana dan sistematis.

"Deradikalisasi dititikberatkan pada upaya pembangunan karakter bagi anak bangsa sejak usia dini secara bertahap dan berkelanjutan," ucap Agum.
(maf)
Berita Terkait
Antisipasi Bentrokan,...
Antisipasi Bentrokan, Pos Ormas di Tangerang Dibongkar Paksa
Tampang Empat Anggota...
Tampang Empat Anggota GRIB Jaya Pelaku Perusakan Aset PT KAI di Semarang
Dodi Reza Alex Noerdin...
Dodi Reza Alex Noerdin Hadiri Silaturahmi dengan Ketum Ormas MKGR
Sebanyak 150 Ormas Ikut...
Sebanyak 150 Ormas Ikut Jambore Ormas Jabar 2024
Jambore Tuntas Dilaksanakan,...
Jambore Tuntas Dilaksanakan, AMP Lahirkan Kader Pelopor
Muktamar XXI Mathla’ul...
Muktamar XXI Mathla’ul Anwar Resmi Dibuka, Menag Tegaskan Pentingnya Peran Organisasi Keagamaan
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved