Demokrat Serahkan ke Presiden Jokowi Soal Reshuffle Kabinet
Rabu, 26 April 2017 - 16:34 WIB
Demokrat Serahkan ke Presiden Jokowi Soal Reshuffle Kabinet
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPP Partai Demokrat Agus Hermanto angkat bicara soal isu perombakan (reshuffle) kabinet yang kembali berhembus belakangan ini. Agus mengatakan, perombakan kabinet sepenuhnya ada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Semuanya kita serahkan kepada Presiden, karena sekali lagi Presiden yang punya kewenangan untuk itu," kata Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2017).
Menurut Agus, dalam sistem presidensial Presiden berhak memilih dan mengganti para menteri. Tentunya kata Agus, proses perombakan susunan para pembantu presiden ini harus berdasarkan kinerja.
"Yang berhak menilai, berhak juga me-reshuffle adalah Presiden. Susunan kabinet itu yang mengangkat dan memberhentikan adalah Presiden," ucap Agus.
(Baca juga: Soal Peluang Jadi Menteri, Jokowi: Ahok Masih Gubernur Sampai Oktober)
Sebelumnya, jagat politik Tanah Air kembali riuh dengan beredarnya isu perombakan kabinet. Isu ini muncul setelah gelaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Sejauh ini, Presiden Jokowi sudah dua kali melakukan perombakan kabinet. Pertama, pada 12 Agustus 2015.
Kala itu lima orang menteri termasuk di dalamnya Sekretaris Kabinet dicopot dan satu menteri diganti posisinya. Selanjutnya, reshuffle jilid II terjadi pada 27 Juli 2016. Ada 13 posisi menteri mengalami perubahan saat itu.
"Semuanya kita serahkan kepada Presiden, karena sekali lagi Presiden yang punya kewenangan untuk itu," kata Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2017).
Menurut Agus, dalam sistem presidensial Presiden berhak memilih dan mengganti para menteri. Tentunya kata Agus, proses perombakan susunan para pembantu presiden ini harus berdasarkan kinerja.
"Yang berhak menilai, berhak juga me-reshuffle adalah Presiden. Susunan kabinet itu yang mengangkat dan memberhentikan adalah Presiden," ucap Agus.
(Baca juga: Soal Peluang Jadi Menteri, Jokowi: Ahok Masih Gubernur Sampai Oktober)
Sebelumnya, jagat politik Tanah Air kembali riuh dengan beredarnya isu perombakan kabinet. Isu ini muncul setelah gelaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Sejauh ini, Presiden Jokowi sudah dua kali melakukan perombakan kabinet. Pertama, pada 12 Agustus 2015.
Kala itu lima orang menteri termasuk di dalamnya Sekretaris Kabinet dicopot dan satu menteri diganti posisinya. Selanjutnya, reshuffle jilid II terjadi pada 27 Juli 2016. Ada 13 posisi menteri mengalami perubahan saat itu.
(maf)