Lewat Wayang Kulit, PDIP Gelorakan Semangat Kebangsaan

Minggu, 09 April 2017 - 11:09 WIB
Lewat Wayang Kulit,...
Lewat Wayang Kulit, PDIP Gelorakan Semangat Kebangsaan
A A A
JAKARTA - Pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono menghibur ribuan warga Kelurahan Kebagusan dan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu 8 April 2017 malam.

Pagelarang seni tradisional ini digelar untuk memperingati HUT PDI-P ke-44 dengan tema PDIP Rumah Kebangsaan untuk Indonesia Raya.

Pagelarang wayang juga terkait hajatan politik terkait perjuangan untuk memenangkan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Pagelaran wayang dengan lakon Dewa Ruci ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal PDI-Perjuangan Hasto Kristiyanto, putri Presiden pertana RI Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, peran PDIP sebagai rumah kebangsaan Indonesia Raya sangat penting.

"Indonesia dibangun untuk semua warga negara tanpa menbedakan status sosial, jenis kelamain, suku, ras, agama. Makanya PDIP tidak pernah membedakan-bedakan sesama masyarakat Indonesia," tutur Hasto di lokasi pagelaran wayang di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Hal itu dikatakannya sudah ditegaskan dalam Sumpah Pemuda yang menegaskan Indonesia yang bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan.

"Melalui wayang ini kita ingat kembali persatuan bangsa. Juga belajar bagaimana Islam masuk Indonesia dan Sunan Kalijaga memakai wayang sebagai sarana menyebatkan agama Islam. Ada dimensi ketuhanan dan memperhatikan dimensi sosial. Melalui wayang, kita melihat tatanan kehidupan melawan keankaramurkaan dilakukan," ucap Hasto.

Sementara itu, Sukmawati Soekarnoputri mengatakan, HUT ke-44 PDI menegaskan perjuangan untuk kejayaan bangsa dan rakyat Indonesia tidak boleh berhenti.

Menurut dia, revolusi belum selesai karena banyak yang harus diperbaiki. "Anak-anak dan semua masyarakat Indonesia, tolong lestarikan wayang sebagai budaya asli Indonesia dan jangan sampai pupus. Harus ada kader yang meneruskan seni budaya asli Indonesia ini," tutur Sukmawati.

Dia juga mengingatkan tidak boleh ada yang melarang budaya wayang di Indonesia karena ini peninggalan Bumi Pertiwi.
(dam)
Berita Terkait
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Infografis
Bintang Film Dirty Vote...
Bintang Film Dirty Vote Zainal Arifin Diteror Lewat DM Instagram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved