Hasto Ungkap Pertalian Marhaen-Nahdliyin di Acara Ngaji Kebangsaan

Sabtu, 18 Maret 2017 - 14:23 WIB
Hasto Ungkap Pertalian...
Hasto Ungkap Pertalian Marhaen-Nahdliyin di Acara Ngaji Kebangsaan
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan rasa bahagianya ketika melihat kaum Nahdliyin dan Marhaen bersatu sebagaimana diikrarkan dalam kegiatan Ngaji Kebangsaan di Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Sokotunggal, asuhan KH Nuril Arifin, di Jakarta Timur, Jumat 17 Maret 2017 malam.

Dalam sejarah berdirinya bangsa ini, kata Hasto, Bung Karno telah menegaskan bangsa Indonesia harus berdiri tegak di antara bangsa-bangsa di dunia.

Namun, lanjut dia, saat ini dalam menghadapi Pilkada, khususnya di DKI Jakarta seperti ada yang berupaya menegasikan kebinekaan tersebut.

"Kita berkumpul di sini untuk mengingatkan kembali bahwa Republik Indonesia saat ini kembali menghadapi ancaman perpecahan dan perlawanan terhadap kebhinekaan. Padahal sudah dipertegas konsepsi kebinekaan kita berbeda-beda tapi satu bangsa dan satu Tanah Air dengan bahasa persatuan Indonesia," tutur Hasto dalam sambutannya dalam acara Ngaji Kebangsaan.

Hadir juga dalam acara itu di antaranya Ketua DPP PDIP Idham Samawi, Ketua Umum PPP Djan Faridz, Sukmawati Soekarnoputri, pemikir kebangsaan Yudi Latif, serta perwakilan dari Ciganjur, Priyo Sambadha. Hadir juga beberapa tokoh dari lintas agama.

Acara Ngaji Kebangsaan dipandu budayawan yang juga mantan asisten Gus Dur, Ngatawi Al-Zastrow. Hasto mengatakan, kehadiran Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kepemimpinan di DKI Jakarta adalah perjalanan sejarah.

Diawali dari kekuatan Joko Widodo (Jokowi) yang datang dari arus bawah yang peduli pada rakyat. Kemudian didukung rakyat menjadi Presiden.

"Maka Pak Ahok kemudian menjadi gubernur menggantikan Pak Jokowi yang menjadi Presiden. Memang tidak sempurna. Tapi punya komitmen sangat jelas seperti Ali Sadikin yang tegas dan tak kompromi terhadap korupsi.

Hasto mengatakan, Ahok menjadi Gubernur DKI membentuk pasukan oranye untuk bersih-bersih, pasukan hijau untuk membangun taman kota, dan pasukan biru untuk mata air, serta pasukan ungu untuk sosial merawat lansia.

Kemudian, lanjut Hasto, Ahok dalam kepemimpinannya bersatu dengan Djarot Saiful Hidayat yang tak suka menyombongkan diri.

Hasto menceritakan, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan Djarot sangat menghormati Bung Karno dan menjaga peraudaraan dengan Nahdliyin.

"Beliau sangat kekeluargaan dan menjaga persaudaraan. Jadi yang satu tegas dan satu merangkul. Maka kami mohon doa restu," harap Hasto.

Sementara Sukmawati Soekarnoputri dalam sambutannya menegaskan Marhaen dan Nahdliyin adalah kekuatan bangsa Indonesia.

"Bung Karno sangat memegang hal ini, sehingga menjadi satu-satunya pemimpin beragama Islam yang tiga kali mendapat penghargaan bintang kehormatan dari tiga Paus. Ini tidak lain karena Bung Karno menjalankan kepemimpinan bangsa dengan bijak dan berbudi luhur," kata Sukmawati.
(dam)
Berita Terkait
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Penampakan Roy Suryo...
Penampakan Roy Suryo usai Ditahan: Menenteng Rompi Oranye, Enggan Komentar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved