Ancaman Keamanan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia

Kamis, 02 Maret 2017 - 05:34 WIB
Ancaman Keamanan Indonesia...
Ancaman Keamanan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama dengan Mabes TNI AL dan U S Naval Postgraduates School (NPS) serta U S War College, menyelenggarakan Maritime Defense Littoral Environment.

Seminar yang berlangsung selama tiga hari sejak 28 Februari sampai dengan 2 Maret 2017 di Shangri La Hotel, Jakarta ini membahas berbagai isu strategis terkait dengan keamanan nasional Indonesia.

Beberapa pakar dari Amerika Serikat, seperti Prof Henseller, Prof Mc Cabe, Prof Wilson, Laksmana Cedric Pringle dan lain-lain, hadir dalam seminar tersebut. Sementara dari Indonesia hadir Prof Hasjim Djalal, Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio, Dr Arief Havas Oegroseno, Dr Nuning Kertopati, dan Dr Connie Rahkundini Bakrie.

Termasuk para pejabat dari Kemenko Polhukam, Kemhan, Kemlu, KKP, Mabes TNI, ketiga Mabes Angkatan, Bakamla dan Mabes Polri. Seminar ini membahas berbagai aspek keamanan nasional Indonesia sebagai negara kepulauan dan implementasi dari kebijakan pemerintah atas Poros Maritim Dunia.

Pembicara pada hari kedua adalah, Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Universitas Pertahanan (Unhan) Laksda TNI Dr Amarulla Octavian, yang membahas penggunaan dynamic system dalam maritime threat assessment baik yang bersifat ancaman tradisional maupun ancaman nontradisional.

Menurut Patrick Godman dari ODC Kedubes Amerika Serikat di Jakarta, mengapresiasi penyelenggaran kegiatan tersebut. "Seminar kali ini dinilai lebih komprehensif ketika diskusi memasuki berbagai metodologi dan lintas disiplin ilmu dalam melakukan security assessment," ujarnya, Kamis (2/3/2017).

Peserta seminar juga diberikan kesempatan untuk mendalami berbagai isu strategis yang dapat memengaruhi implementasi Poros Maritim Dunia sebagai bentuk kepentingan nasional Indonesia yang menjadi prioritas.

Dosen Unhan Nuning Kertopati memberikan apresiasi penggunaan dynamic system. "Data kualitatif yang ada akan dikuantifitatif agar dapat disusun berbagai model yang aplikatif. Dengan membangun model dalam bentuk persamaan matematika, maka berbagai skenario dapat disimulasikan untuk menetapkan prioritas kepentingan nasional sebagai negara maritim," kata mantan anggota Komisi I DPR dua periode tersebut.
(maf)
Berita Terkait
Hebatnya Satuan Korps...
Hebatnya Satuan Korps Hiu Kencana Koarmada II Bertugas dalam Senyap
Lindungi Kedaulatan...
Lindungi Kedaulatan NKRI, Indonesia Rancang Strategi Keamanan Nasional
Ancaman Hoaks Terhadap...
Ancaman Hoaks Terhadap Kedaulatan NKRI di Dunia Siber
Kopassus Ajak Keluarga...
Kopassus Ajak Keluarga Besar TNI Jaga Kedaulatan NKRI
Pemerintah Diminta Tegas...
Pemerintah Diminta Tegas dan Serius Jaga Kedaulatan NKRI
Syarief Hasan Demokrat...
Syarief Hasan Demokrat Nilai China Lecehkan Kedaulatan NKRI
Berita Terkini
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved