Pemerintah Diminta Tak Kekang Sikap Kritis Mahasiswa dan Aktivis

Senin, 06 Februari 2017 - 08:37 WIB
Pemerintah Diminta Tak...
Pemerintah Diminta Tak Kekang Sikap Kritis Mahasiswa dan Aktivis
A A A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasiswa Satu‎ Bangsa (Gemasaba) telah menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) selama tiga hari di Hotel Marcopolo, Jakarta Pusat, Minggu 6 Februari 2017.

Mukernas dibuka langsung oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar di Kantor DPP PKB.

Pria yang akrab disapa Cak Imin berpesan agar Gemasaba ‎tetap konsisten dalam menyikapi persoalan bangsa. Menurut dia, Gemasaba dipandang sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki ide-ide kreatif kebangsaan.

Ketua Gemasaba, ‎Heru Widodo menjelaskan Mukernas diikuti oleh 34 Dewan Pimpinan Wilayah se-Indonesia.

Mukernas telah mengeluarkan enam butir rekomendasi yang antara lain mengkritisi kinerja secara tajam pemerintahan Joko Widodo, serta sikap Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai melecehkan Ketua MUI KH Ma'ruf Amin.

Berikut bunyi keseluruhan enam butir rekomendasi eksternal Gemasaba yang disampaikan Heru Widodo:

1. Mendesak Kapolri untuk segera memproses Ahok dan Pengacaranya yang telah melakukan penyadapan ilegal terhadap Kiai Ma’ruf Amin berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang penyadapan illegal dan Pasal 31 UU ITE.

2. Gemasaba menuntut Ahok segera meminta maaf kepada PBNU karena telah menghina Rois Aam PBNU KH Ma’ruf Amin.

3. Melawan segala macam bentuk otoritarianisme pemerintah yang mengekang nalar kritis mahasiswa, aktivis, dan rakyat dengan penggunaan pasal makar.

4.‎ Mengultimatum pemerintah agar segera mempercepat pemerataan ekonomi dan juga mempercepat pembangunan Infrastruktur di daerah-daerah tertinggal dan perbatasan.

5. Mendesak pemerintah untuk menghentikan politik pencitraan dan politik badut

6. Bila rekomendasi ini tidak ditindaklanjuti paling lambat satu minggu, maka Gemasaba akan melaksanakan aksi serentak seluruh Indonesia.
(dam)
Berita Terkait
Masa Depan Politik di...
Masa Depan Politik di Indonesia: Politik Dinasti?
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Demokrasi Indonesia...
Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Diwarnai Politik Identitas
Politik Santuy atau...
Politik Santuy atau Politik Baperan
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Crab Mentality Penggerus...
Crab Mentality Penggerus Soliditas Bangsa
Berita Terkini
Polisi Pastikan Emas...
Polisi Pastikan Emas 74 Kg Sitaan dari Rumah Febrie Adriansyah Asli
Don Ritto Bungkam saat...
Don Ritto Bungkam saat Dilimpahkan ke Kejagung, Ini Penampakannya
Febrie Adriansyah Mulai...
Febrie Adriansyah Mulai Diperiksa Kejagung, Hotman Paris: Sebagai Tersangka
Laporan Amplop Menhut...
Laporan Amplop Menhut Raja Juli, KPK: Yang Dilaporkan hanya Berita Acara Pengembalian, Nominalnya Tidak
4 WNI ABK Disandera...
4 WNI ABK Disandera Perompak Somalia, Menteri P2MI Koordinasi dengan Kemlu untuk Pembebasan
Indonesia-Korea Bersinergi...
Indonesia-Korea Bersinergi Bangun Ekosistem Webtoon Global
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved