Di Hadapan Habib Rizieq, Politikus PDIP Luruskan Tudingan Megawati Hina Islam

Selasa, 17 Januari 2017 - 19:13 WIB
Di Hadapan Habib Rizieq,...
Di Hadapan Habib Rizieq, Politikus PDIP Luruskan Tudingan Megawati Hina Islam
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dwi Ria Latifa membantah bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menghina umat Islam dalam pidato di HUT ke-44 partai berlambang kepala banteng bermoncong putih itu.

Bantahan itu disampaikannya di hadapan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat rapat Komisi III DPR bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), hari ini.

‎"Saya datang, saya dengar, dan tidak ada satu kata pun beliau (Megawati) menghina apakah Habib, apakah FPI, apakah umat Islam, atau siapapun," ujar Dwi Ria Latifa di Ruang Rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/1/2017).

Kata Ria, apa yang disampaikan Megawati dalam pidato saat itu tentang bagaimana menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Tapi bicara tentang suatu ideologi yang harus kita cermati yang nantinya akan sedikit menjadi peringatan buat bangsa kita. Karena kita tetap jaga NKRI ini, Bhinneka Tunggal Ika ini," katanya.

Namun, Ria bermaksud bukan untuk membela ‎karena kader PDIP dengan membantah itu. Melainkan, semata-mata karena dirinya menghormati Megawati atau siapapun yang memiliki perbedaan pendapat.

‎"Tapi ketika Pak Habib sampaikan tadi tentang pidato Bu Megawati, saya rasa tentu kita harus cermati betul apa isi pidato beliau," pungkasnya.

Adapun pernyataan Megawati yang dipermasalahkan Habib Rizieq Shihab yakni yang disampaikan dalam pidato di perayaan HUT (HUT) ke-44 PDIP, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa 10 Januari 2017.

Saat itu dia menyoroti kelompok-kelompok antikeberagaman. Megawati menyebut pemimpin kelompok semacam ini sebagai pemuncul isu konflik bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Megawati menggolongkan kelompok-kelompok itu sebagai penganut ideologi tertutup, bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi terbuka, yang selalu relevan dengan perkembangan zaman. Pemimpin kelompok berideologi tertutup itu mengklaim diri sebagai peramal yang serba tahu masa depan.
(kri)
Berita Terkait
Sebelum Banteng vs Celeng,...
Sebelum Banteng vs Celeng, Ini 5 Kisruh Internal PDIP yang Menyedot Perhatian Publik
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
Berita Terkini
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
OTT Bupati Kuansing,...
OTT Bupati Kuansing, KPK Sita Pajero Sport dan Transaksi Cicilan Land Cruiser
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved