Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK Belum Konkret

Rabu, 04 Januari 2017 - 16:19 WIB
Nawacita Pemerintahan...
Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK Belum Konkret
A A A
JAKARTA - Reshuffle Kabinet Kerja Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK), dianggap tidak banyak bermakna, karena kebijakan yang digulirkan tidak mengkonkretkan spirit Nawacita.

"Berapa kali pun reshuffle tidak akan bermakna banyak, karena yang penting arah kebijakannya dulu dibenarkan," kata Ketua Bidang Politik dan Kebijakan Publik Partai Perindo, M Yamin Tawary, ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (3/12/2016).

M Yamin mengungkapkan, sebaiknya Jokowi memperbaiki arah kebijakannya yang tidak menguntungkan bangsa, terutama kepentingan untuk rakyat Indonesia.

Keikutsertaan Indonesia di pasar bebas lewat pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) contohnya, dalam pandangan Yamin, tidak cocok karena menciptakan permasalahan krusial di dalam negeri.

"Pasar bebas MEA dibuka, tapi industri kita masih lemah untuk bersaing dengan luar. Tenaga kerja kita pun masih kekurangan lapangan kerja dan menganggur, sementara tenaga asing bebas masuk dan bekerja. Kebijakan seperti ini harus diubah strateginya agar berpihak pada rakyat," ucap Yamin.

Yamin mengatakan, bongkar pasang menteri tidak akan menjadi faktor yang bisa meningkatkan kinerja Pemerintahan Jokowi-JK memimpin Indonesia.

"Jokowi harus konsisten dengan Nawacita, dengan kebijakan yang benar-benar terlihat sesuai dengan spirit Nawacita. Kuncinya tetap di Jokowi mau merealisaskannya atau tidak dengan kewenangannya," tutur Yamin.

Di sisi lain, pakar psikologi politik Dewi Taviana Walida Haroen mengungkapkan, Presiden Jokowi harus mempertimbangkan kembali niat me-reshuffle Kabinet Kerja. Jika reshuffle direalisasikan, maka berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat.

Sementara para menteri membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menunjukkan hasil kerja memuaskan.

"Para menteri masih membutuhkan waktu untuk menunjukkan kinerjanya kepada masyarakat, karena belum setahun dari reshuffle terakhir, sekarang sudah mau di-reshuffle lagi. Bongkar pasang ini akan membuat kepercayaan publik menurun," kata dia.
(maf)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved