Kondisi Galau Bisa Bikin Orang Jadi Teroris
Kamis, 22 Desember 2016 - 14:09 WIB
Kondisi Galau Bisa Bikin Orang Jadi Teroris
A
A
A
JAKARTA - Kondisi kejiwaan dinilai menjadi faktor penting untuk membentengi diri dari pengaruh kelompok teroris.
Polri menyatakan salah satu cara jaringan teroris melakukan perekrutan calon anggotanya adalah melihat kondisi kejiwaannya.
"Pola yang ada mereka (teroris) rekrut melalui media sosial lalu melakukan pengamatan. Kedua, mereka melihat orang yang galau atau tidak punya pendirian. Itu semakin mudah dalam merekrut," ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (22/12/2016).
Sementara itu diketahui salah satu tersangka teroris di Tangerang Selatan, Omen direkrut Ovie saat keduanya mendekam di lembaga pemasyarakat (lapas). (Baca juga: Terduga Teroris Berniat Ledakkan Lima Pos Polisi di Tangsel)
Ovi adalah perencana peledakan kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta pada 2013. "Kita (Indonesia) belum ada satu lapas khusus buat teroris, mereka digabung dengan kejahatan lain tentu proses komunikasi antartahanan bisa memudahkan itu yang terjadi pada Omen," ujar Martinus.
Polri menyatakan salah satu cara jaringan teroris melakukan perekrutan calon anggotanya adalah melihat kondisi kejiwaannya.
"Pola yang ada mereka (teroris) rekrut melalui media sosial lalu melakukan pengamatan. Kedua, mereka melihat orang yang galau atau tidak punya pendirian. Itu semakin mudah dalam merekrut," ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (22/12/2016).
Sementara itu diketahui salah satu tersangka teroris di Tangerang Selatan, Omen direkrut Ovie saat keduanya mendekam di lembaga pemasyarakat (lapas). (Baca juga: Terduga Teroris Berniat Ledakkan Lima Pos Polisi di Tangsel)
Ovi adalah perencana peledakan kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta pada 2013. "Kita (Indonesia) belum ada satu lapas khusus buat teroris, mereka digabung dengan kejahatan lain tentu proses komunikasi antartahanan bisa memudahkan itu yang terjadi pada Omen," ujar Martinus.
(dam)