Ical Dan Akbar Tanjung Tak Restui Setya Novanto Rangkap Jabatan

Jum'at, 25 November 2016 - 16:05 WIB
Ical Dan Akbar Tanjung...
Ical Dan Akbar Tanjung Tak Restui Setya Novanto Rangkap Jabatan
A A A
JAKARTA - Keinginan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mengembalikan posisi jabatan Ketua DPR kepada Ketua Umumnya Setya Novanto mendapat penolakan.‎ Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung ‎tidak merestui Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) merangkap jabatan sebagai Ketua DPR.

Ical menilai, DPR dan partai politik merupakan dua institusi penting. Maka itu, kata dia, ketua umum Partai Golkar dan ketua DPR membutuhkan satu waktu yang sangat penuh.

"Kalau misalnya yang satu didahulukan, misal mendahulukan DPR, maka Partai Golkar tentu akan dirugikan karena waktunya tidak cukup nanti, demkian kalau Golkar yang didahulukan bagaimana nanti dengan DPRnya," ujar Ical usai melakukan pertemuan dengan Akbar Tanjung di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016).

Hal senada‎ dikatakan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung. ‎"Kami sepakat bahwa dalam mengemban tugas terkait dengan posisi seseorang, memang sebaiknya seseorang itu betul-betul fokus dalam melaksanakan tugasnya," kata Akbar Tanjung dalam kesempatan sama.

Karena, dirinya menginginkan agar Partai Golkar ke depan semakin baik serta mendapatkan dukungan dari masyarakat. Harapannya, lanjut Akbar, perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu 2019 makin meningkat dari Pemilu 2014.

‎"Oleh karena itu kami sepakat sebaiknya fokus. Seperti yang dikatakan tadi dua posisi itu kan penting dan strategis," tutur mantan ketua umum Partai Golkar ini. Akbar pun sepakat bahwa ketua DPR dan ketua umum Partai Golkar merupakan dua jabatan strategis.

"Dari perspektif partai jelas, ketua partai itu penting, dan perspektif kenegaraan ketua DPR itu juga penting. Tinggal sekarang kan harus ada pilihan," kata Akbar.

Akbar menambahkan, terkadang memang seorang pemimpin dihadapkan dengan satu pilihan. "Dan pilihan itu tentu ada parameternya, ada tolak ukurnya. Kalau pilihan itu dalam kaitan posisi partai, maka tentu prioritasnya atau fokusnya pada tugas-tugas partai," pungkasnya.‎

Sekadar informasi, Dewan Pembina Partai Golkar menggelar rapat membahas usulan pergantian posisi Ketua DPR dari Ade Komarudin ke Setya Novanto saat ini.
(kri)
Berita Terkait
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
Golkar Sebut Setiap...
Golkar Sebut Setiap Hari bagi Politikus Adalah Kampanye
DPR Pertanyakan Keterlibatan...
DPR Pertanyakan Keterlibatan Prancis dalam Pembiayaan Data Center
Tanpa Golkar, 8 Fraksi...
Tanpa Golkar, 8 Fraksi DPR Sepakati Draf RUU Kejaksaan
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
Himbara Jadi Penyangga...
Himbara Jadi Penyangga Likuiditas, Andre Rosiade: Harusnya OJK
Berita Terkini
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved