Megawati Seharusnya Juga Ajak SBY dan Prabowo Berdialog

Selasa, 22 November 2016 - 10:46 WIB
Megawati Seharusnya...
Megawati Seharusnya Juga Ajak SBY dan Prabowo Berdialog
A A A
JAKARTA - Komunikasi politik yang dilakukan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Sukarnoputri dengan sejumlah pemimpin partai politik pendukung pemerintah menuai kritik.

Politikus Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan, komunikasi politik menjadi faktor penting dalam membangun bangsa sebesar Indonesia. Pertemuan antar elite politik, pemimpin partai, dan pengambil kebijakan adalah sesuatu yang seharusnya sering terjadi.

"Bila kita menginginkan Indonesia tetap harmonis dan damai, tentu kita berharap dimulai dari adanya pertemuan, dialog, kesepahaman, dan pandangan yang sama tentang bangsa serta dinamikanya dari para pemimpin, elite, dan tokohnya," ujar Doli kepada Sindonews, Selasa (22/11/2016).

Namun demikian, Doli mengingatkan ada hal yang tak kalah penting yakni berjalannya mekanisme dialog dan pemenuhan aspirasi antara elite dan masyarakat. Dialog yang lebih luas dengan melibatkan partai di luar koalisi juga penting dilakukan.

"Yang akan menjadi luar biasa dan berdampak positif adalah apabila Megawati bersama partai koalisinya melakukan pertemuan dan dialog tentang masalah bangsa dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, atau dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, atau juga dengan Presiden PKS Sohibul Iman," ucap Doli.

Doli pun mengkritisi pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Megawati Soekarnoputeri yang dilakukan akhir pekan lalu. Menurut Doli, pertemuan bertajuk membahas masalah bangsa itu menjadi sempit dan tak bermakna karena spesifik membicarakan Pilgub DKI Jakarta serta berujung pada penegasan dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ditamabahkannya, para elite politik seolah menutup mata dan telinga, serta mengabaikan dinamika kebangsaan yang terjadi akhir-akhir ini. Para elite politik bergeming dari reaksi jutaan masyarakat terhadap penistaan agama yang dilakukan Ahok.

"Hal itu menunjukkan bahwa mereka masih lebih mengedepankan kepentingannya dan berjarak dengan rakyat," kata Doli.
(kri)
Berita Terkait
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
PDIP Daftarkan Serentak...
PDIP Daftarkan Serentak Seluruh Paslon Pilkada pada 4 September
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Megawati Angkat 4 Tokoh...
Megawati Angkat 4 Tokoh Jadi Kepala Badan, Nomor 1 Siap Mati untuk PDIP
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
Berita Terkini
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved