Cak Imin Beberkan Lima Strategi Tingkatkan Daya Saing

Kamis, 25 Agustus 2016 - 18:01 WIB
Cak Imin Beberkan Lima...
Cak Imin Beberkan Lima Strategi Tingkatkan Daya Saing
A A A
JAKARTA - Kunci kesuksesan dalam kontestasi global suatu negara dinilai terletak pada daya saingnya. Negara yang tidak berdaya saing niscaya akan terlempar dari sejarah dan hanya menjadi penonton dalam kompetisi global.

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, negara dengan daya saing yang rendah tidak hanya akan mengalami defisit neraca perdagangan, baik barang maupun jasa, namun struktur perekonomiannya juga terancam mengalami kehancuran.

Padahal, kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu, saat ini era persaingan bebas sudah berjalan melalui berbagai kesepakatan dunia melalui WTO dan perjanjian-perjanjian Internasional lainnya.

“Pasar bebas ini merupakan konsekuensi dari arus globalisasi yang telah dan tengah berlangsung,” kata Cak Imin saat menyampaikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Kamis (25/8/2016).

Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Jenderal DPP PKB Abdul Kadir Karding, Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Lukman Hakim, Rektor USU Runtung Sitepu.

Cak Imin mengatakan, Indonesia dengan total populasi penduduk terbesar keempat di dunia sudah semestinya Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan dalam dinamika global, bahkan dapat menjadi salah satu poros ekonomi dunia.

Kendati demikian, kata dia, kesiapan daya saing Indonesia agaknya masih perlu ditingkatkan agar siap memegang peran tersebut. Menurut dia, jika melihat beberapa data yang dikeluarkan oleh lembaga Internasional bahwa peningkatan posisi daya saing Indonesia jauh dari harapan.

Mengutip data World Economy Forum (WEF) 2015-2016, kata dia, daya saing Indonesia berada di peringkat 37 dari 140 Negara yang disurvei. Capaian tersebut cukup baik mengingat posisi Indonesia masih berada di atas beberapa negara berkembang lain seperti Brazil, Turki, dan Afrika Selatan bahkan beberapa negara Eropa seperti Italia, Portugal dan Rusia.

Akan tetapi ternyata, sambung Cak Imin, di lingkup regional ASEAN, Indonesia belum bisa menjadi raja karena masih di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. “Pada konteks MEA, percepatan peningkatan daya saing penting sebagai fokus kerja bersama pemerintah dan masyarakat,” tutur mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini.

Menurut dia, pemerintahan Jokowi berupaya meningkatkan daya saing dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan sumberdaya manusia,

Akan tetapi, kata dia, upaya tersebut belum berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi, stabilitas nilai tukar rupiah, pengurangan angka kemiskinan dan penggangguran.

Justru di sisi lain, kata dia, defisit anggaran meningkat yang berdampak pada meningkatnya utang. Sementara daya saing produk-produk domestik masih kalah dibandingkan negara-negara lain. “Itu semua menunjukkan bahwa fondasi ekonomi dan daya saing bangsa ini masih jauh dari harapan.,” ungkapnya.

Menurut dia, kondisi tersebut harus menjadi cambuk membawa bangsa Indonesia menaklukkan tantangan itu. “Lalu menjadi pemenang dan bukan pecundang dalam persaingan global yang ketat,” katanya.

Cak Imin meyakinkan Indonesia mampu menjadi pemenang dengan modal sumber daya manusia dan kekayaan alam yang melimpah. Dia menyebut lima strategi memenangkan persaingan global tersebut.

Kelima strategi itu, ungkap Cak Imin, adalah segera bangun industri hilir baik di bidang pangan maupun SDA, peningkatan kreativitas generasi muda, negara harus memegang kendali atas sumber-sumber pangan dan sumber air sepenuhnya untuk kebutuhan dalam negeri.

Selain itu, kata Cak Imin, segera membangun pertanian, perikanan dari hulu hingga hilir sebagai basis kekuatan negara dan menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam setiap sendi kehidupan untuk menangkal pengaruh negatif globalisasi. “Pancasila adalah benteng negara dalam menghadapi gempuran negatif globalisasi,” katanya.
(dam)
Berita Terkait
Konflik PKB-PBNU Meruncing,...
Konflik PKB-PBNU Meruncing, Mantan Sekjen PKB Lukman Edy Dilaporkan ke Bareskrim
Sambut Harlah PKB, Perempuan...
Sambut Harlah PKB, Perempuan Bangsa Gelar Lomba Masak dan Rias Tumpeng
Cak Imin Tegaskan PKB...
Cak Imin Tegaskan PKB Solid: Yang Mau Ganggu Sampai Sungkan
Dewan Syura PKB Jawa...
Dewan Syura PKB Jawa Barat Sepakat Pertahankan Soliditas Partai
Vaksinasi Hari Kedua,...
Vaksinasi Hari Kedua, PKB Ingin Herd Immunity Cepat Terwujud
Buka Sespim Perubahan...
Buka Sespim Perubahan di Palembang, Gus Imin: Pemimpin PKB Harus Jadi Solusi Bangsa
Berita Terkini
Sosok Ryamizard Ryacudu...
Sosok Ryamizard Ryacudu di Mata Dudung Abdurachman: Prajurit Pejuang
Prabowo: Turut Berduka...
Prabowo: Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Ketum Rekat Indonesia:...
Ketum Rekat Indonesia: Ryamizard Ryacudu Sosok Pemersatu Bangsa dan Penjaga NKRI
Ryamizard Ryacudu Meninggal...
Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, TNI AD Berduka: Pengabdiannya Inspirasi bagi Prajurit
Disalatkan, Jenazah...
Disalatkan, Jenazah Ryamizard Ryacudu Akan Dimakamkan di TMPN Kalibata Besok
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Duka Ryamizard Ryacudu, Pelayat Terus Berdatangan
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved