Dorong Ekonomi Perbatasan, Gubernur Kaltara Usulkan Pendirian Toko Indonesia

Senin, 22 Agustus 2016 - 14:08 WIB
Dorong Ekonomi Perbatasan,...
Dorong Ekonomi Perbatasan, Gubernur Kaltara Usulkan Pendirian Toko Indonesia
A A A
TANJUNG SELOR - Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie mengusulkan pembangunan Toko Indonesia. Menurutnya, pembangunan Toko Indonesia sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan yang ada di wilayah perbatasan.

Agar segera dapat direalisasikan, Irianto menginstruksikan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltara untuk serius dan memantapkan pembangunan Toko Indonesia di wilayah perbatasan. Selanjutnya upaya ini ditindaklanjuti yang pembangunannya dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Irianto juga meminta SKPD terkait untuk lentur menyinkronkan program Toko Indonesia dengan program yang dimiliki di kementerian terkait berupa program seperti pasar tradisional dan gudang.

”Kita jangan terlalu kaku karena Toko Indonesia bentuknya nanti seperti pasar yang memiliki gudang. Namun, tetap harus ada perumusan dan formula yang bagus agar mendapatkan bantuan dana melalui APBN yang ada di kementerian. Jadi rumusan ini harus segera dituntaskan terlebih dulu,” kata Irianto.

Sebelum disampaikan ke kementerian terkait, Gubernur meminta Disperindagkop dan UMKM Kaltara memantapkan diusulkan ini. Mulai dari penyusunan rancangan anggaran, desain toko Indonesia, dan mekanisme pengelolaannya.

”Keberadaan toko Indonesia ini tentu dapat membantu ketersediaan bahan pokok yang diperlukan oleh masyarakat perbatasan dan pedalaman. Inilah salah satu cara kita untuk menghadirkan negara di wilayah perbatasan,” ujarnya.

Selain itu, Irianto mengharapkan dengan adanya Toko Indonesia dapat memupuk rasa nasionalisme masyarakat di daerah perbatasan.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltara Haerumuddin menuturkan, pihaknya tetap berupaya agar usulan tersebut dapat diakomodir lewat APBN. Dasarnya Toko Indonesia nantinya adalah sarana terbangunnya kawasan ekonomi perbatasan yang akan menjual berbagai produk kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus pusat penjualan hasil produksi masyarakat perbatasan. Selain mengharapkan dana dari APBN, pihaknya juga telah mengalokasikan melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2016.

Toko Indonesia diusulkan dibangun di tujuh titik lokasi di wilayah Kabupaten Malinau dan Nunukan. ”Adapun tujuh lokasi tersebut yakni Kecamatan Sebatik, Long Bawan, Long Layu, Long Nawang, Long Pujungan, dan Lumbis Ogong,” tandasnya.
(poe)
Berita Terkait
Reformasi Birokrasi...
Reformasi Birokrasi Jadi Fondasi Penguatan Negara, SAKIP dan ZI Dorong Kinerja Berdampak
Sekjen KLHK Sebut Menjadi...
Sekjen KLHK Sebut Menjadi Birokrat Harus Punya Integritas dan Moral
Kemendagri Sebut 232...
Kemendagri Sebut 232 Daerah Telah Usulkan Penyederhanaan Birokrasi
Buntut Mundurnya Dirut...
Buntut Mundurnya Dirut Agrinas, Prabowo Minta Birokrasi Tak Berbelit-Belit
Canangkan Zona Integritas...
Canangkan Zona Integritas WBBM, DJKI Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Wapres Maruf Amin Ingin...
Wapres Ma'ruf Amin Ingin 'Wariskan' Ini di Akhir Masa Pemerintahannya
Berita Terkini
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved