Ceroboh Soal Arcandra Tahar, Menkumham Dinilai Layak Dicopot

Kamis, 18 Agustus 2016 - 11:25 WIB
Ceroboh Soal Arcandra...
Ceroboh Soal Arcandra Tahar, Menkumham Dinilai Layak Dicopot
A A A
JAKARTA - ‎Menteri Hukum dan HAM (menkumham) Yasonna Laoly sempat mengakui bahwa Arcandra Tahar memiliki dua paspor, Amerika Serikat dan Indonesia. ‎Yasonna mengelak dengan menyebut Arcandra masih warga Indonesia.

Guru Besar Ilmu Administrasi Negara Universitas Gajah Mada Prof Dr Miftah Toha menilai, jelas hal itu sangat ceroboh. Sebab, sebagaimana diatur Pasal 23 Undang-undang Kewarganegaraan Nomor 12 Tahun 2006‎, Indonesia menganut azas tunggal kewarganegaraan. ‎

Jika seorang WNI mendapat kewarganegaraan lain, maka status WNI-nya hilang. Untuk itu, dia berpandangan, semua yang ceroboh dalam kasus Arcandra, harusnya dicopot sebagai bagian dari sanksi presiden.

"Persoalan tidak rampung begitu saja ketika Archandra Tahar diberhentikan dari posisinya sebagai menteri. Dari segi administrasi negara, menurutnya, berbagai menteri dan pejabat harus diberi hukuman atas keteledoran mereka," ujarnya melalui rilis yang diterima Sindonews, Kamis (18/8/2016).

“Tidak bisa administrasi dibiarkan begitu. Ada kesalahan, menterinya dicopot, lalu orang yang memberikan informasi kepada presiden dibiarkan," sambungnya.

Menurutnya, tindakan yang diambil presiden tidak hanya terhadap menteri, semua staf yang berkaitan dengan administrasi negara juga harus bertanggung jawab. "Ya harus dicopot,” ucapnya.

Lebih lanjut, Miftah mempertanyakan kinerja para menteri dan pejabat yang bertugas mengurus administrasi negara dan memverifikasi latar belakang calon menteri, sehingga Arcandra yang memiliki paspor Amerika Serikat bisa diangkat sebagai menteri.

“Apa kerja mereka, ceroboh seperti itu? Jadi sebelum Arcandra diinginkan sebagai menteri, mestinya informasi lengkap tentang Pak Arcandra datang ke presiden. Ini semua karena penataan administrasi negara tidak correct, tidak bagus, sehingga terjadi kecolongan seperti ini,” kata Miftah.‎ ‎
(kri)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Nadiem Makarim Serahkan...
Nadiem Makarim Serahkan Memori Banding setelah Divonis 10 Tahun Penjara
Sidang Lengkap IV Dewan...
Sidang Lengkap IV Dewan Hisbah 2026, Ketum Persis: Fatwa Harus Jadi Solusi Umat
Petisi Ahli Sampaikan...
Petisi Ahli Sampaikan Aspirasi Organisasi Advokat ke Ketua Baleg DPR
Kejagung Bongkar Modus...
Kejagung Bongkar Modus Rekayasa Uji Lab untuk Ekspor Ilegal Logam Tanah Jarang
Legislator PKB Dukung...
Legislator PKB Dukung Danantara Bongkar Dugaan Fraud Bertahun-tahun di Pos Indonesia
Penggugat Ijazah Jokowi...
Penggugat Ijazah Jokowi Minta 9 Tergugat Akui Salah dan Minta Maaf
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved