TNI Bentuk Tim Investigasi Usut Curhatan Freddy Budiman

Selasa, 09 Agustus 2016 - 12:08 WIB
TNI Bentuk Tim Investigasi...
TNI Bentuk Tim Investigasi Usut Curhatan Freddy Budiman
A A A
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan, tidak akan menutupi kesalahan prajurit yang terlibat jaringan dan pengguna narkoba. Tiap prajurit kata Gatot, akan diproses secara hukum apabila terbukti terlibat.

Pernyataan tersebut disampaikan Gatot menanggapi testimoni Freddy Budiman yang disampaikan Koordinator Kontras Haris Azhar, terkait dugaan oknum TNI yang membekingi jaringan narkoba.

“Testimoni Freddy Budiman yang disampaikan Haris Azhar, bukan hanya sekadar pernyataan, tetapi sebagai introspeksi yang harus didalami bersama-sama,” kata Gatot melalui keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Selasa (9/8/2016).

(Baca juga: BNN Sebut Ada Bandar Besar di Belakang Freddy Budiman)

Gatot mengatakan, kini pihaknya sudah membentuk tim investigasi yang merupakan gabungan dari unsur Irjen TNI dan Pom TNI. Tim akan melakukan pendalaman. Seluruh staf, anggota, yang terlibat narkoba akan didalami.

Hal itu dilakukan agar seluruh prajurit TNI mendapat kepastian. Tak hanya melakukan penyelidikan di internal, pihak TNI juga melaporkan Haris Azhar agar Polri ikut serta melakukan penyelidikan.

Gatot berharap, akan ada kejelasan dari dua upaya penyelidikan baik yang dilakukan oleh TNI dan Polri. "Apabila hasil penyelidikan kepolisian dan tim investigasi dinyatakan tidak terbukti, maka masyarakat tidak dapat menganggap seluruh prajurit TNI terlibat narkoba,” tandas Gatot.
(maf)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved