Sekjen PDIP: Kader Jangan Cepat Berpuas Diri
Minggu, 31 Juli 2016 - 20:45 WIB
Sekjen PDIP: Kader Jangan Cepat Berpuas Diri
A
A
A
JAKARTA - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut PDIP merupakan partai yang terus menerus memperjuangkan ide, gagasan, pemikiran, dan cita-cita Bung Karno. PDIP juga terus membumikan ajaran Bung Karno.
"Perjuangan politik Bung Karno adalah mewujudkan gambaran Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian, melalui bangunan kebudayaan Indonesia yang dicirikan oleh gotong royong dan musyawarah mufakat," kata Hasto dalam siaran pers yang diterima Sindonews saat memberikan pengarahan pada acara bimbingan teknis anggota DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota dari PDI Perjuangan se-Jawa Timur di Batu, Jawa Timur, Minggu (31/7/2016).
Hasto mengingatkan perjuangan itu tidaklah mudah, politik devide et impera yang terus bekerja, dan posisi Indonesia yang kaya dan strategis menjadikan Indonesia sebagai rebutan kepentingan asing.
"Di dalam negeri gejalanya juga mengkhawatirkan, pragmatisme politik menggejala dan kekuasaan hanya dilihat sebagai transaksi kepentingan. Pragmatisme politik ini harus dicegah. PDIP harus betul-betul mempraktikkan politik ideologis-substansial, yang tolak ukurnya adalah dukungan rakyat melalui kerja konkrit di lapangan," ujar.
Atas berbagai tantangan yang dihadapi PDIP, termasuk bagaimana mendorong peningkatan efektivitas dukungan dan kinerja pemerintahan, dan pada saat bersamaan PDIP harus terus memperbaiki diri, maka Hasto meminta agar setiap anggota PDIP tidak boleh cepat berpuas diri.
Selain itu, lanjut Hasto, berpolitik dengan penuh semangat, penuh kreativitas, dan kegembiraan politik untuk rakyat. Salah satunya dengan mendengarkan musik yang sarat pesan kebangsaan dan nasionalisme.
Pada akhir sambutannya Hasto mengajak seluruh peserta untuk menyanyikan lagu Kebyar-kebyar karya Alm Gombloh, dan lagu Nusantara yang dipopulerkan band legendaris Koes Plus sebagai salah satu cara membangun semangat sebagai cerminan kegembiraan politik dalam perjuangan.
"Perjuangan politik Bung Karno adalah mewujudkan gambaran Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian, melalui bangunan kebudayaan Indonesia yang dicirikan oleh gotong royong dan musyawarah mufakat," kata Hasto dalam siaran pers yang diterima Sindonews saat memberikan pengarahan pada acara bimbingan teknis anggota DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota dari PDI Perjuangan se-Jawa Timur di Batu, Jawa Timur, Minggu (31/7/2016).
Hasto mengingatkan perjuangan itu tidaklah mudah, politik devide et impera yang terus bekerja, dan posisi Indonesia yang kaya dan strategis menjadikan Indonesia sebagai rebutan kepentingan asing.
"Di dalam negeri gejalanya juga mengkhawatirkan, pragmatisme politik menggejala dan kekuasaan hanya dilihat sebagai transaksi kepentingan. Pragmatisme politik ini harus dicegah. PDIP harus betul-betul mempraktikkan politik ideologis-substansial, yang tolak ukurnya adalah dukungan rakyat melalui kerja konkrit di lapangan," ujar.
Atas berbagai tantangan yang dihadapi PDIP, termasuk bagaimana mendorong peningkatan efektivitas dukungan dan kinerja pemerintahan, dan pada saat bersamaan PDIP harus terus memperbaiki diri, maka Hasto meminta agar setiap anggota PDIP tidak boleh cepat berpuas diri.
Selain itu, lanjut Hasto, berpolitik dengan penuh semangat, penuh kreativitas, dan kegembiraan politik untuk rakyat. Salah satunya dengan mendengarkan musik yang sarat pesan kebangsaan dan nasionalisme.
Pada akhir sambutannya Hasto mengajak seluruh peserta untuk menyanyikan lagu Kebyar-kebyar karya Alm Gombloh, dan lagu Nusantara yang dipopulerkan band legendaris Koes Plus sebagai salah satu cara membangun semangat sebagai cerminan kegembiraan politik dalam perjuangan.
(whb)