DPR Minta Oknum Paspampres Beli Senjata Ilegal Dihukum

Sabtu, 09 Juli 2016 - 16:59 WIB
DPR Minta Oknum Paspampres...
DPR Minta Oknum Paspampres Beli Senjata Ilegal Dihukum
A A A
JAKARTA - Kabar bahwa seorang Anggota US Army Audi Sumilat didakwa telah menyelundupkan senjata untuk Pasukan Pengaman Presiden dan Wakil Presiden (Paspampres) RI pada 2015 membuat kaget Wakil Ketua Komisi I DPR Tb Hasanuddin. Sebab, tidak ada alokasi anggaran untuk pengadaan senjata bagi Paspampres dalam APBN 2015‎.

Maka itu, TNI didesak untuk menjelaskan informasi tentang pembelian senjata oleh Paspampres dari seorang anggota US Army. Sebab, ada kekhawatiran Paspampres membeli senjata secara ilegal.

“Sepengetahuan kami di Komisi I DPR, tahun 2015 tidak ada program Mabes TNI untuk membeli senjata genggam sekian pucuk untuk Paspampres. Kami khawatir ini pembelian ilegal yang dilakukan oleh perorangan atau oknum Paspampres yang membeli dari oknum aparat di Amerika Serikat,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sindonews, Sabtu (9/7/2016).

Mantan sekretaris militer Kepresidenan ini menuturkan, sejauh ini Komisi I DPR juga belum mendapat penjelasan resmi dari TNI. Namun, dia menegaskan, lazimnya pembelian senjata untuk TNI dilakukan secara resmi ke pihak yang resmi pula.

Karenanya, jika benar ada pengadaan senjata untuk Paspampres, Tb Hasanuddin menegaskan, maka seharusnya dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, yaitu melalui kontrak pengadaan oleh Mabes TNI. ‎“Tidak boleh langsung oleh Paspampres dengan oknum di USA,” tegasnya.

TNI pun diharapkannya segera memberikan klarifikasi. ‎“Dan kalau benar ada oknum Paspampres yang melakukan pembelian ilegal, seharusnya diambil proses hukum sesuai aturan yang berlaku,” pungkas mantan Kepala Staf Garnisun Wilayah DKI Jakarta ini.

Sekadar informasi, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Republik Indonesia diduga membeli senjata secara ilegal dari Amerika Serikat (AS). Padahal, lembaga tersebut tidak memiliki kewenangan untuk melakukan transaksi jual-beli senjata.

Kabar ini diketahui dari media asing di AS. New York Times mengulas Audi Sumilat (36) adalah anggota angkatan darat Negeri Paman Sam yang bertanggung jawab atas kasus penyelundupan senjata ini. Tidak hanya ke Indonesia, tetapi ia juga mendistribusikannya ke sejumlah negara, seperti Ghana, Kanada, dan Meksiko.

Kasusnya ini sekrang ditangani Pengadilan Negeri New Hampshire. Jika terbukti bersalah, maka Sumilat terancam hukuman maksimal lima tahun penjara dan sanksi administratif USD250 ribu atau Rp3,2 miliar. Vonisnya akan dijatuhkan pada Oktober 2016.

Bill Morse, asisten jaksa yang menangani perkara ini, mengungkapkan Sumilat sudah mengakui kesalahannya di persidangan. Dia juga mengaku bahwa dalam menjalankan aksinya dibantu oleh tiga anggota lain. Seorang dari mereka telah dijadwalkan lebih dulu, yakni pada 19 Juli 2016.

Penyelundupan itu direncanakan pada 2014, ketika mereka sama-sama diposkan dalam pelatihan militer di Fort Benning, Georgia. Senjata-senjata itu dibeli dari Texas untuk kemudian dia selundupkan ke dalam perahu dan dibawa kepada seorang rekannya yang sudah menunggu di New Hampshire.

Dari sana, senjata teresbut diantarkan ke penjaga yang hendak berkunjung ke Washington DC dan penjaga lain yang akan melakukan perjalanan ke Majelis Umum PBB yang berbasis di New York. Dari situlah, senjata-senjata itu diselundupkan keluar AS.
(kri)
Berita Terkait
Spesifikasi Pistol FN...
Spesifikasi Pistol FN yang Dipakai Perempuan Misterius Terobos Istana Negara
Sempat Risih Selalu...
Sempat Risih Selalu Diikuti, Jokowi Puji 8 Tahun Pengawalan Paspampres
Panglima TNI Pimpin...
Panglima TNI Pimpin Sertijab Komandan Paspampres
Pengendara Moge Terobos...
Pengendara Moge Terobos Ring 1 Minta Maaf
Berhasil Rebut Simpati...
Berhasil Rebut Simpati Masyarakat, Ini Sosok Paspampres Praka Izroi Gajah
Pengemudi Ojol Kembalikan...
Pengemudi Ojol Kembalikan Ponsel Anggota Paspampres yang Terjatuh di Jalan
Berita Terkini
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved