Indonesia Pluralis Tak Bisa Bergabung ke Kelompok Negara Melanesia

Senin, 20 Juni 2016 - 19:01 WIB
Indonesia Pluralis Tak...
Indonesia Pluralis Tak Bisa Bergabung ke Kelompok Negara Melanesia
A A A
JAKARTA - Langkah Pemerintah Indonesia menolak bergabung dengan Melanesian Spearhead Group (MSG) atau biasa disebut Kelompok Negara-negara Melanesia dinilai sudah tepat.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati atau akrab disapa Nuning mengatakan, Indonesia adalah negara demokratis yang pluralis. Maka itu, Indonesia tidak bisa masuk ke dalam organisasi negara-negara yang berdasarkan ras.

"Sebagai bangsa demokratis pluralis terbesar ketiga, jangan sampai kita terjebak dengan politik ras. Kita harus berhati-hati," tuturnya, Senin (20/6/2016)

Mantan anggota Komisi I DPR ini menambahkan, politik luar negeri yang spesifik seperti itu bisa digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), karena tidak konstitusional. "Jika tidak berhati-hati, pemerintah bisa melanggar Pasal 2 Undang-Undang Nomor 37 tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, karena melanggar sila ke-3 Pancasila," jelasnya.

Seperti diketahui, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Desra Percaya menghadiri pertemuan tingkat menteri luar negeri MSG yang berlangsung di Lautoka, Fiji, Kamis, 16 Juni 2016.

Pada kesempatan itu Desra menegaskan, Indonesia menolak keras keinginan kelompok gerakan separatis bernama Gerakan Pembebasan Papua Barat (UMLWP) untuk bergabung ke dalam MSG.

"Suatu kelompok yang menamakan dirinya UMLWP merupakan gerakan separatis di dalam suatu negara berdaulat. Gerakan tersebut tidak memiliki legitimasi dan bukan wakil masyarakat Papua,” ujarnya.

Penolakan ini dikemukakan terkait dengan upaya UMLWP untuk menaikkan statusnya dari kelompok peninjau menjadi anggota penuh dalam MSG. Indonesia menilai langkah itu bertentangan dengan perjanjian pendirian MSG pada 2007, yang secara tegas menghormati prinsip kedaulatan dan tidak mencampuri urusan dalam negeri.

Delegasi Indonesia akhirnya berhasil menggagalkan langkah UMLWP setelah melakukan pembahasan internal. Kini MSG membentuk komite untuk membahas kriteria keanggotaan. Pembahasan kriteria keanggotaan ini terkait dengan keinginan dari negara-negara anggota MSG agar Indonesia menjadi anggota penuh MSG. (Indonesia Tolak Keberadaan Gerakan Separatis di MSG)

Desra menyampaikan komitmen Indonesia untuk memajukan kemitraan dalam merealisasikan kerja sama antarnegara Melanesia, khususnya untuk mendorong pencapaian tujuan MSG, yaitu pertumbuhan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, tata kelola pemerintahan yang baik dan keamanan di subkawasan Melanesia.
MSG merupakan organisasi lintas pemerintah yang terdiri atas empat negara Melanesia, yakni Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Vanuatu.
(kri)
Berita Terkait
Indonesia Punya Peran...
Indonesia Punya Peran Penting dalam Diplomasi Internasional
Travel Alliance + Grab...
Travel Alliance + Grab + Trip.com = Kombo Mantap untuk Ngebolang Keliling Asia!
Kisah di Balik Monumen...
Kisah di Balik Monumen Soekarno Rancangan Ridwan Kamil di Aljazair
Memahami Pendekatan...
Memahami Pendekatan Luar Negeri Prabowo: Refleksi Lawatan ke LN
Jokowi dan Pendekatan...
Jokowi dan Pendekatan Realis dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Peringati Hari Solidaritas,...
Peringati Hari Solidaritas, Kemlu: Palestina Terpatri dalam Inti Politik Luar Negeri RI
Berita Terkini
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Kortas Tipikor Tetapkan...
Kortas Tipikor Tetapkan Eks Dirut PTPN XI Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pabrik Gula Assembagoes
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved