Uang di Ruang Panitera PN Jakpus Diduga Terkait Banyak Kasus
Selasa, 26 April 2016 - 09:25 WIB
Uang di Ruang Panitera PN Jakpus Diduga Terkait Banyak Kasus
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga uang suap yang ditemukan di ruangan Panitera Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Edy Nasution berasal dari banyak kasus.
Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief mengatakan, pihaknya sedang memilah dan mengklasifikasikan beberapa alat bukti berupa uang yang disita dari kantor panitera PN Jakpus.
"Jadi apakah itu satu kasus atau itu adalah kumpulan dari bermacam-macam kasus. Itu yang sdang diteliti. Jumlah uangnya kasus A berapa, kasus B berapa, itu yang sedang diteliti," kata Laode dalam diskusi di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin 25 April 2016 malam.
Terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan terhadap Edy, lanjut Laode, KPK menduga uang suap yang masuk berasal dari dua perusahaan swasta yang berbeda.
Dua perusahaan tersebut tengah menjaukan peninjauan kembali (PK) suatu perkara melalui PN Jakpus.
"Belum tentu juga (dari holding yang sama). Itu sedang dipelajari. Kita sampaikan di sini bahwa yang teridentifikasi sudah satu holding," kata Laode.
Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief mengatakan, pihaknya sedang memilah dan mengklasifikasikan beberapa alat bukti berupa uang yang disita dari kantor panitera PN Jakpus.
"Jadi apakah itu satu kasus atau itu adalah kumpulan dari bermacam-macam kasus. Itu yang sdang diteliti. Jumlah uangnya kasus A berapa, kasus B berapa, itu yang sedang diteliti," kata Laode dalam diskusi di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin 25 April 2016 malam.
Terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan terhadap Edy, lanjut Laode, KPK menduga uang suap yang masuk berasal dari dua perusahaan swasta yang berbeda.
Dua perusahaan tersebut tengah menjaukan peninjauan kembali (PK) suatu perkara melalui PN Jakpus.
"Belum tentu juga (dari holding yang sama). Itu sedang dipelajari. Kita sampaikan di sini bahwa yang teridentifikasi sudah satu holding," kata Laode.
(dam)