Menhan Heran Kok Pesawat TNI Jatuh Terus

Senin, 21 Maret 2016 - 13:32 WIB
Menhan Heran Kok Pesawat...
Menhan Heran Kok Pesawat TNI Jatuh Terus
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan mengecek mekanisme pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), menyusul jatuhnya Heli Bell 412 milik TNI AD di Kebun milik Arsad di Poso Pesisir dengan total korban 13 orang tewas.

"Pasti, pasti (fokus dipemeliharaan)," ujar Menhan Ryamizard Ryacudu usai menerima kunjungan kehormatan Menhan Australia Marise Ann Payne, di Kantor Kemhan, Jakarta, Senin (21/3/2016).

"Saya juga merasa heran kok jatuh-jatuh melulu, itu pekerjaan Kementerian Pertahanan untuk memeriksa secara detail kenapa itu," imbuhnya.

Apalagi helikopter yang jatuh tersebut merupakan salah satu pesawat baru. "Ya, baru. Kemarin yang Angkatan Udara (jatuh) juga baru, kenapa itu?," tanya Ryamizard.

(Baca juga: TNI AD Bantah Helikopter yang Jatuh di Poso karena Ditembak)

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini juga menepis anggapan yang menyebut helikopter tersebut jatuh akibat aksi dari kelompok Santoso.

"Enggak ada Santoso. Enggak ada kemampuan untuk itu (sabotase). Kita lihat saja apa mesin atau cuaca, kan belum terjawab. Itu harus hati-hati," katanya.

Ryamizard mengakui, beberapa penumpang helikopter yang jatuh merupakan anggota intelijen selain personel TNI yang tengah melaksanakan tugas.

"Namanya intelijen itu di mana pun penting. Bagaimana bisa tahu kalau enggak ada (intelijen). Kan intelijen itu mata dan telinga. Kalau enggak ada intelijen buta mata dan kuping, bagaimana bisa jalan (operasi)," ucapnya.

Mantan Pangkostrad ini menegaskan, peran intelijen sangat strategis dalam membantu sebuah operasi. Bahkan semua negara menggunakan intelijen dalam menjalankan pemerintahannya.

"Semuanya harus ada intelijen. Negara manapun ada (intelijen) di mana-mana ada. Cuma kita ini negaranya terlalu baik. Kita menginteli negara sendiri, tidak menginteli negara lain. Nah kalau negara lain enggak tahu saya," ucapnya.

Sementara Menhan Australia Marise Ann Payne mengucapkan belasungkawa atas insiden kecelakaan tersebut. "Pemerintah Australia dan saya khususnya turut berbelasungkawa atas kecelakaan helikopter terutama bagi keluarga korban meninggal," tandasnya.

Pilihan:

Fahri Hamzah Bicara Pencitraan, Parlemen, Hambalang hingga Moral)
(maf)
Berita Terkait
Pesawat TNI Jatuh di...
Pesawat TNI Jatuh di Riau, Peremajaan Alutsista Mendesak Dilakukan
Pesawat T50i Jatuh di...
Pesawat T50i Jatuh di Blora, Ketua DPP Perindo: Alutsista TNI Sudah Harus Dimodernisasi
Daftar Kecelakaan Alutsista...
Daftar Kecelakaan Alutsista Milik Indonesia: Pesawat Jatuh hingga KRI Nanggala Tenggelam
2 Pesawat Tempur TNI...
2 Pesawat Tempur TNI AU Jatuh, Pengamat: Alutsista Kita Sudah Harus Dimodernisasi
Antisipasi Perang dengan...
Antisipasi Perang dengan China dan Pakistan, India Beli Alutsista Senilai Rp263 Triliun
Lokasi Pesawat Pakistan...
Lokasi Pesawat Pakistan Jatuh Mirip Medan Perang, 42 Jasad Ditemukan
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved