Politikus PDIP Sarankan Jokowi Copot Menteri Suka Bikin Gaduh

Senin, 07 Maret 2016 - 03:49 WIB
Politikus PDIP Sarankan...
Politikus PDIP Sarankan Jokowi Copot Menteri Suka Bikin Gaduh
A A A
JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo disarankan untuk me-reshuffle sejumlah menteri pembuat gaduh. Saran itu antara lain datang dari politikus PDIP Tubagus Hasanuddin.

"Saya sarankan kalau sudah diperingatkan dan tetap gaduh terus, sebaiknya dicopot saja. Mereka pun toh bukan menteri-menteri yang pernah 'die hard' atau berdarah-darah mendukung Jokowi saat pilpres kemarin. Kenapa begitu saja kok repot," kata Tubagus Hasanuddin saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (6/3/2016).

Dia berpandangan, kegaduhan yang dilakukan beberapa menteri sebagai pembantu presiden sepertinya sudah kelewat batas. Dia mencontohkan, kegaduhan yang dilakukan antara Menteri Koordinator Kemaritiman (Menko Maritim) Rizal Ramli (RR) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Men ESDM) Sudirman Said.

"Seperti gaduh soal pembangunan listrik, PT Freeport, dan terakhir soal Masela," ujarnya.

Padahal, menurut dia, Presiden sudah berulang kali menyampaikan pesan bahkan teguran tertutup maupun terbuka soal kegaduhan ini agar setiap perbedaan pendapat dapat diselesaikan dalam sidang kabinet atau dikoordinasikan secara tertutup, bukan di ruang publik.

"Tapi menteri-menteri ini sepertinya cuek saja. Bahkan lebih gaduh, saling serang secara terbuka maupun menggunakan sarana medsos (media sosial)," sesalnya.

Dia khawatir, kegaduhan yang berlarut-larut itu dapat menyebabkan beberapa hal. Pertama, muncul kesan bahwa kabinet ini tidak kompak karena masing-masing pembantu presiden jalan sendiri-sendiri dan tidak sesuai dengan visi dan misi presiden.

Kedua, kegaduhan ini dapat mengurangi kinerja kabinet dan mendegradasi kewibawaan presiden sebagai kepala pemerintahan.

Selain itu, dirinya juga mempertanyakan kenapa para pembantu presiden yang ditunjuk presiden ini malah tidak mengikuti arahan presiden dan terkesan bekerja sendiri-sendiri.

"Ada apa? Jangan-jangan keberadaan mereka justru punya agenda untuk mengganggu kelancaran Pemerintahan Jokowi," tandasnya.
(zik)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved