Ade Anggap Laporan ke MKD Terkait Bursa Ketum Golkar
Selasa, 23 Februari 2016 - 17:43 WIB
Ade Anggap Laporan ke MKD Terkait Bursa Ketum Golkar
A
A
A
JAKARTA - Laporan terhadap Ketua DPR Ade Komarudin ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dinilai sangat bernuansa politis. Laporan ini diduga berkaitan dengan persaingan bakal calon Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) mendatang.
Politikus Partai Golkar ini berharap semua pihak terkait bakal calon Ketum Partai Golkar untuk bersaing secara sehat dan terbuka. Sebaliknya, kata dia bukan melalui saling menjatuhkan dengan menghalalkan segala cara.
"Saya paham, dalam Munaslub (Musyawarah Nasional Luarbiasa) saya belum menyatakan mencalonkan dan tidak mencalonkan. Saya maklum, ini pasti manuver yang dikembangkan beberapa teman yang mungkin kalau saya mencalonkan merasa terganggu, merasa tersaingi," ujar Ade di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/2/2016).
Namun, dia belum memastikan untuk melaporkan balik pihak yang melaporkan dirinya ke MKD. Dia menganggap, laporan tersebut sebagai bagian dari dinamika politik yang terjadi. "Tugas saya di sini kerja, pidato, dan melayani rakyat," ucapnya.
Sementara itu tuduhan gratifikasi yang dilaporkan ke MKD baginya tidak benar. Dia beralasan, pesawat jet pribadi yang disediakan untuk ke acara di daerah sudah dikonfirmasi sebelumnya dan tidak melanggar aturan yang ada terkait posisinya sebagai Ketua DPR.
"Dalam rangka Musyawarah Daerah (Musda) Soksi, saya selalu ditemani Bambang Soesatyo Waketum Soksi, dan yang lainnya. Disiapkan pesawat oleh Mas Bambang. saya selalu tanya, mas, ini melanggar aturan enggak? Enggak lah, saya komisaris di perusahaan tersebut. Oke, berarti saya tidak melanggar aturan," jelasnya.
Baca: Ade Komarudin Dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan.
Politikus Partai Golkar ini berharap semua pihak terkait bakal calon Ketum Partai Golkar untuk bersaing secara sehat dan terbuka. Sebaliknya, kata dia bukan melalui saling menjatuhkan dengan menghalalkan segala cara.
"Saya paham, dalam Munaslub (Musyawarah Nasional Luarbiasa) saya belum menyatakan mencalonkan dan tidak mencalonkan. Saya maklum, ini pasti manuver yang dikembangkan beberapa teman yang mungkin kalau saya mencalonkan merasa terganggu, merasa tersaingi," ujar Ade di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/2/2016).
Namun, dia belum memastikan untuk melaporkan balik pihak yang melaporkan dirinya ke MKD. Dia menganggap, laporan tersebut sebagai bagian dari dinamika politik yang terjadi. "Tugas saya di sini kerja, pidato, dan melayani rakyat," ucapnya.
Sementara itu tuduhan gratifikasi yang dilaporkan ke MKD baginya tidak benar. Dia beralasan, pesawat jet pribadi yang disediakan untuk ke acara di daerah sudah dikonfirmasi sebelumnya dan tidak melanggar aturan yang ada terkait posisinya sebagai Ketua DPR.
"Dalam rangka Musyawarah Daerah (Musda) Soksi, saya selalu ditemani Bambang Soesatyo Waketum Soksi, dan yang lainnya. Disiapkan pesawat oleh Mas Bambang. saya selalu tanya, mas, ini melanggar aturan enggak? Enggak lah, saya komisaris di perusahaan tersebut. Oke, berarti saya tidak melanggar aturan," jelasnya.
Baca: Ade Komarudin Dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan.
(kur)