TNI AL Halau Kapal Selam Amerika Masuk Perairan Indonesia

Kamis, 04 Februari 2016 - 21:18 WIB
TNI AL Halau Kapal Selam...
TNI AL Halau Kapal Selam Amerika Masuk Perairan Indonesia
A A A
JAKARTA - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama M Zainudin menepis anggapan bahwa pesawat udara TNI AL melakukan pengawalan terhadap kapal selam Amerika Serikat di Selat Malaka.

"Pemberitaan pesawat udara TNI AL mengawal kapal selam Amerika di Selat Malaka merupakan info yang tidak benar, seluruh pengguna laut termasuk kapal selam memiliki hak yang sama untuk menggunakan hak lintas transit. Kapal selam Amerika tidak akan melaksanakan operasi di perairan dangkal seperti Selat Malaka. Hanya lintas transit saja tidak menyelam," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Untuk itu, helikopter hanya membayang-bayangi atau shadowing saja untuk menyakinkan kapal asing tidak melanggar batas perairan. "Jadi tidak ada masalah, kita hanya membayangi-bayangi jangan sampai melanggar lintas transit. Soal di jamming kami tidak tahu, belum ada laporan. Tapi memang setiap kapal perang memiliki electronic counter measures, untuk mengukur kemampuan lawan berapa," jelasnya.

Menurut Zainudin, saat ini beberapa negara seperti, Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura tengah melakukan patroli bersama udara maritim selama dua hari mulai 3-4 Februari di Selat Malaka dan Selat Singapura. Operasi patroli udara maritim bersama Eye in the Sky (EiS) ini di bawah komando operasi Pangkoopsau I dan kendali operasi Danguspurlabar, menggunakan Pesud Casa U-621.

Latihan bersama EiS ini, kata Zainudin, dilakukan setiap tiga bulan atau empat kali dalam setahun. Namun, dari empat negara yang ikut dalam latihan ini, hanya Thailand yang belum menurunkan kapal perangnya. "Thailand saja yang belum turun ke laut," katanya.

Seperti diketahui, ‪sebuah kapal selam Amerika Serikat, USS Tucson SSN 770 terekam radar mendekati perairan Nongsa pada Kamis 28 Januari 2016 lalu. TNI AL kemudian memerintahkan Helikopter BO 105 nomor lambung NV-408 milik Wing Udara 2 Pusat Penerbangan TNI AL yang bermarkas di Tanjungpinang untuk mencari dan membayangi kapal selam itu.

Tim reaksi cepat Western Fleet Quick Response (WFQR) TNI AL mendapatkan perintah untuk mencari keberadaan kapal selam USS Tucson SSN 770 dan membayanginya agar tidak memasuki perairan Indonesia.

Helikopter jenis bolkow yang dipiloti Kapten Laut (P) S Hayat dan Lettu Laut (P) Asgar Serli segera terbang menuju wilayah perairan Nongsa, Batam. Lokasi tersebut merupakan titik mula kapal selam tertangkap radar.

Pencarian membuahkan hasil dan secara visual dapat terlihat USS Tucson berada di perairan internasional, namun berdekatan dengan perairan Indonesia.

Perintah pencarian dilanjutkan dengan misi membayangi atau shadowing hingga armada asing tersebut mengarah ke perairan Matak dan mendekati perairan Singapura. Setelah hampir dua jam membayangi kapal selam itupun menjauhi perairan Indonesia.

PILIHAN:

Banyu Biru Resmi Mundur dari Keanggotaan BIN

Presiden Jokowi Ingin Move On dari Kasus AS, BW dan Novel
(kri)
Berita Terkait
KSAL Bakal Perkuat Pertahanan...
KSAL Bakal Perkuat Pertahanan Bahari di Wilayah Perbatasan
Konjen Singapura Datangi...
Konjen Singapura Datangi Batam, Bahas Keamanan Laut Perbatasan Indonesia-Singapura
Aspotmar KSAL Sampaikan...
Aspotmar KSAL Sampaikan Pengembangan Potensi Kelautan di Pulau Sekatung Natuna
Antisipasi Kejahatan...
Antisipasi Kejahatan di Laut Indonesia, Bakamla Gelar Patroli Bersama di Perbatasan
Jaga Perbatasan dari...
Jaga Perbatasan dari Penyelundupan, Bea Cukai Aceh Gelar Patroli Laut
Tegas! Panglima TNI...
Tegas! Panglima TNI Siapkan Operasi Pasukan di Perbatasan Laut Natuna
Berita Terkini
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved