Komisi III Akan Panggil Kapolri Bahas Persoalan Gafatar

Sabtu, 23 Januari 2016 - 15:06 WIB
Komisi III Akan Panggil...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Bahas Persoalan Gafatar
A A A
JAKARTA - Komisi III DPR akan memanggil Kapolri Pol Jenderal Pol Badrodin Haiti untuk membicarakan seputar pembubaran kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kalimantan Barat. Rencananya, Kapolri akan dipanggil pada Senin 25 Januari 2016.

“Rapat kerja dengan polri, dan di dalam itu sejumlah isu akan kita angkat di antaranya kami akan mempertanyakan soal Gafatar ini. Karena bagi kami ini sangat misterius, selain masalah-masalah lain,” ujar Anggota Komisi III DPR Teuku Taufiqul Hadi dalam diskusi Perspektif Indonesia di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/1/2016).

"Kenapa Gafatar ini kalau memang betul setelah bertahun-tahun sekarang baru diidentifikasi sebagai sebuah aliran kepercayaan yang sesat, kenapa tidak sebelum-sebelumnya? Kenapa baru diketahui sekarang. Kami ingin mepertanyakan kepada pihak kepolisiaan. Sehingga terjadi kekerasan seperti yang sudah terjadi ini" sambungnya.

Tak menutup kemungkinan, Komisi III juga memanggil pihak-pihak lain khususnya organisasi masyarakat Islam dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk dimintai pandangan. Berbagai sudut pandang itu nantinya akan menjadi pertimbangan DPR dalam menyikapi dan merekomendasikan kepada pemerintah terhadap persoalan Gafatar.

"Dengan adanya Gafatar ini diharapkan tidak ada lagi atau tidak muncul lagi organisasi yang radikal. Apabila ini dianggap keorganisasian agama yang sesat diharapkan pemerintah segera memberi pengumuman," jelasnya.

Dia melanjutkan, soal upaya pemulangan para korban kekerasan Gafatar jangan sampai mengulangi kesalahan-kesalahan di masa lalu. Dimana para korban kembali mengalami diskriminasi di masyarakat.

Menurutnya, pemerintah harus turut memastikan mereka dapat kembali berbaur dan melakukan aktivitas ekonomi serta melanjutkan keseharian seperti biasa.

“Saya berharap pemulangan mereka telah teridentifikasi, telah direncanakan sehingga ketika mereka kembali ke tempat asalnya, berbaur kembali ke masyarakatnya dan ada kegiatan kembali seperti sebelumnya. Jadi jangam mereka menjadi seperti sebuah kelompok anomali di tempat mereka bermukim,” pungkasnya.

PILIHAN:

KontraS: Persoalan Gafatar Bukti Pemerintah Gagal

Golkar Akan Sampaikan Sikap Politik Dukung Pemerintah di Rapimnas
(kri)
Berita Terkait
Gerakan Changemakers...
Gerakan Changemakers Nusantara YABB Jaring Ribuan Pembawa Perubahan
Aktivis Muda NU Deklarasikan...
Aktivis Muda NU Deklarasikan Gerakan Pemuda Moderat Nusantara
Rampai Nusantara: Gerakan...
Rampai Nusantara: Gerakan Mahasiswa Jangan Sampai Ditunggangi Kepentingan Politik
Temui Anies Baswedan,...
Temui Anies Baswedan, Gerakan Nusantara Deklarasikan Dukungan untuk Amin
Gandeng BEM Nusantara,...
Gandeng BEM Nusantara, Gerakan Berbagi Salurkan Bantuan untuk Warga Warakas
Nuon dan Playup Luncurkan...
Nuon dan Playup Luncurkan Gerakan Harmoni Nusantara, Majukan Musisi Lokal
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan dari Kapolri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved