Menhan Ingin Wujudkan Kemandirian Alutsista

Selasa, 12 Januari 2016 - 21:26 WIB
Menhan Ingin Wujudkan...
Menhan Ingin Wujudkan Kemandirian Alutsista
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) berkomitmen untuk meningkatkan sekaligus memperkuat sistem pertahanan negara.

Adapun penguatan sistem pertahanan itu, salah satunya kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) 2016 yang mengusung tema Meningkatkan Sistem Pertahanan Negara yang Berkelanjutan Didukung oleh Kemandirian lndustri Pertahanan dan Semangat Bela Negara Guna Terwujudnya Pertahanan Negara yang Tangguh di Kantor Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (12/01/2016).

Menurut Ryamizard, kebijakan pertahanan negara diperlukan untuk mengelola seluruh sumber daya dan sarana prasarana nasional untuk mencapai tujuan pertahanan negara yang kuat.

Oleh karena itu, kata dia, ruang lingkup kebijakan pertahanan negara pada 2016 ini mencakup, pemanfaatan teknologi satelit dan sistem drone untuk mendukung kebijakan poros maritim dunia, melanjutkan pembangunan postur pertahanan militer yang sesuai Minimum Essential Force (MEF) TNI.

Kebijakan pertahanan negara juga untuk meningkatkan pengamanan dan pemberdayaan wilayah perbatasan, mewujudkan industri pertahanan yang kuat, mandiri dan berdaya saing serta pembinaan kesadaran dan kemampuan bela negara.

"Sasaran dari kebijakan pertahanan negara 2016 adalah terwujudnya kebijakan pertahanan negara guna mendukung program Nawa Cita dan terselenggaranya pemberdayaan dan pengamanan wilayah pertahanan di Kalimantan, Papua, NTT dan Kepulauan Natuna, " ujarnya.

Dia mengatakan, kebijakan tersebut juga untuk terselenggaranya pemberdayaan industri nasional penunjang industri pertahanan dalam negeri yang terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan MEF. Salah satunya, kata dia, pengembangan jet tempur KFX/lFX, pembangunan dan pengembangan kapai selam.

"Pembangunan pertahanan negara di samping disiapkan untuk menghadapi ancaman miiiter juga dipersiapkan untuk menghadapi ancaman nonmiliter yang bersifat multidimensi," kata Ryamizard.

Kaitannya dengan kemandirian Industri pertahanan, dia mengatakan perlu kerja sama dan sinergitas antara perguruan tinggi, industri sebagai produsen alat-alat pertahanan, sekaligus pemasok bagi perbekalan dan pendukung TNI yang merupakan pengguna.


PILIHAN:

Dua Tahun, KPK Selamatkan Rp5,3 Triliun
(dam)
Berita Terkait
Alpalhankam Rp1.700...
Alpalhankam Rp1.700 Triliun, Pengamat: Itu Rasional, Kita yang Tak Konsisten
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Kemhan Perkirakan 13...
Kemhan Perkirakan 13 Radar GCI Buatan Thales dan PT LEN Rampung 2026
Pengadaan Alutsista...
Pengadaan Alutsista TNI Harus Didukung Anggaran Perawatan dan Inhan Dalam Negeri
Kemhan Akan Gelar Pameran...
Kemhan Akan Gelar Pameran Industri Alutsista Terbesar se-Asia Tenggara
Wamenhan Ungkap Sulitnya...
Wamenhan Ungkap Sulitnya Pengadaan Alutsista Baru
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved