Kasus Bansos Sumut, Lagi KPK Didesak Panggil Paloh dan Prasetyo

Selasa, 12 Januari 2016 - 14:18 WIB
Kasus Bansos Sumut,...
Kasus Bansos Sumut, Lagi KPK Didesak Panggil Paloh dan Prasetyo
A A A
JAKARTA - Komponen masyarakat yang tergabung dalam Perhimpunan Masyarakat Korupsi Dana Bansos (Permuk) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar memanggil dan memeriksa Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh dan Jaksa Agung HM Prasetyo.

Pendemo menduga, Paloh dan Prasetyo yang disebut sama-sama berasal dari Partai Nasdem, terlibat kasus dugaan suap pengamanan penanganan dana bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara.

Koordinator Aksi, Dullah Key Rey mengatakan, pemeriksaan Paloh dan Prasetyo diperlukan lantaran keduanya dinilai memiliki peran penting dalam kasus tersebut. Namun disayangkan KPK dinilai sampai saat ini belum berani memanggil keduanya.

"Untuk itu kami berharap melalui fakta di dalam persidangan serta fakta lainnya, KPK sudah berani mengambil alih dan memanggil serta memeriksa Surya Paloh dan HM Prasetyo," kata Dullah saat aksi demonstrasi di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/1/2016).

Menurut Dullah, kasus itu dinilai belum cukup untuk dihentikan. Pasalnya hingga sekarang kasus tersebut hanya menjerat Gubernur Sumut nonaktif Gatot Pujo Nugroho, istrinya Evy Susanti dan mantan Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella sebagai pesakitan.

Sementara peran Paloh dan Prasetyo yang pernah disebut-sebut dalam persidangan dinilai belum bisa tersentuh hukum. Maka itu Dullah mendesak KPK segera memanggil Paloh dan Prasetyo untuk dimintai keterangan.

"Tetapi kenapa sampai hari ini KPK terkesan diam dan mati suri serta terlihat seperti lembaga yang bencong dalam penanganan korupsi dana bansos," tutur Dullah.

Dalam aksinya, massa Permuk menghadirkan dua orang yang diperagakan seperti Waria. Dua orang pedemo diketahui dalam aksi tersebut berdandan mirip seperti waria. Aksi teatrikal 'mirip waria' dimaksudkan untuk mengkritik KPK yang dinilainya tak berani memanggil Paloh dan Prasetyo.

Pilihan:

Fahri Hamzah: Kenapa yang Vokal dan Bersikap Dipersoalkan

PKS Bisa Dibubarkan jika Copot Fahri Hamzah
(maf)
Berita Terkait
Mensos Juliari Batubara...
Mensos Juliari Batubara Menambah Jumlah Menteri yang Ditangkap KPK
Kerugian Negara Akibat...
Kerugian Negara Akibat Korupsi Bansos Jokowi Bertambah Jadi Rp250 Miliar
Strategi Mensos Risma...
Strategi Mensos Risma Menghindari Korupsi dalam Penyaluran Bansos
KPK Ungkap Isi Bansos...
KPK Ungkap Isi Bansos Presiden yang Dikorupsi dari Beras hingga Minyak Goreng
Cita Citata Siap Kembalikan...
Cita Citata Siap Kembalikan Honor Manggungnya Jika Diminta KPK
Korupsi Bansos Dibongkar...
Korupsi Bansos Dibongkar KPK: Beras Tidak Disalurkan ke Keluarga yang Berhak
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved