Fraksi PKS Belum Dapat Penjelasan Soal Desakan Fahri Dicopot

Senin, 11 Januari 2016 - 21:12 WIB
Fraksi PKS Belum Dapat...
Fraksi PKS Belum Dapat Penjelasan Soal Desakan Fahri Dicopot
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq mengaku dirinya bersama pemimpin Fraksi PKS di DPR belum mendapat penjelasan secara langsung adanya desakan agar Fahri Hamzah mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR.

"Pimpinan dan anggota fraksi juga tidak dapat penjelasan dari DPP soal desakan itu," ujar Mahfudz di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/1/2016).

Kendati demikian, menurut ketua Komisi I DPR itu, ada mekanisme di DPR yang mengatur jika ingin mengganti pemimpin DPR. Hal itu tidak semata-mata menjadi kewenangan DPP ataupun fraksi.

"Tidak serta merta DPP atau fraksi ganti unsur pimpinan di DPR. Harus di paripurna," jelas Mahfudz.

Dia mencontohkan ketika Setya Novanto mundur sebagai Ketua DPR yang memang telah diatur mekanismenya dalam UU MD3. "Jadi atau tidaknya tergantung paripurna. Saya belum tahu mekanisme seperti apa di DPP. Tapi kalau lihat UU MD3 dan tatib, DPP dan fraksi tidak bisa serta merta tarik anggotanya. Karena harus diputuskan oleh pimpinan DPR," jelas Mahfudz.

Terkait adanya panggilan dari Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) PKS, dia menilai hal tersebut juga belum jelas adanya. Pasalnya, BPDO adalah salah satu alat kelengkapan DPP untuk memproses apabila anggota partai yang diduga melanggar disiplin organisasi.

"Bekerja berdasarkan aduan. Saya dengar ada panggilan BPDO ke Fahri. Tapi apa panggilannya itu belum jelas," pungkas Mahfudz.

PILIHAN:
Megawati Diimbau Tak Termakan Manuver Romi

Mahfudz: Partai Tak Bisa Seenaknya Copot Fahri Hamzah
(kri)
Berita Terkait
Percepat Riset dan Pengembangan...
Percepat Riset dan Pengembangan Inovasi, PKS Tagih Perpres BRIN
Kokohkan Nasionalisme,...
Kokohkan Nasionalisme, Fraksi PKS Gelar Lomba Pidato Biografi 5 Tokoh Bangsa
Kembali Raih Penghargaan...
Kembali Raih Penghargaan Fraksi Paling Aspiratif, Jazuli: Bukti PKS Konsisten
Menambah Utang Dampaknya...
Menambah Utang Dampaknya Kecil terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Sering Kritik Pemerintah,...
Sering Kritik Pemerintah, PKS: Siapa Lagi yang Mau Menegur Presiden?
PPP Gandeng PKS Kawal...
PPP Gandeng PKS Kawal Isu-isu Keumatan
Berita Terkini
Hakim Kabulkan Sebagian...
Hakim Kabulkan Sebagian Gugatan Praperadilannya, Roy Suryo: Babak Baru Hukum Indonesia
Dari Sosialisme Islam...
Dari Sosialisme Islam menuju Negara Kesejahteraan: Agenda Kerakyatan SEMMI untuk Indonesia
Rencana Kejagung Jerat...
Rencana Kejagung Jerat Nadiem Makarim dengan TPPU Diapresiasi Pakar Hukum
Indonesia-India Sepakati...
Indonesia-India Sepakati 15 Kerja Sama, Restorasi Candi Prambanan hingga Rudal BrahMos
Ini Pertimbangan Hakim...
Ini Pertimbangan Hakim Kabulkan Sebagian Praperadilan Roy Suryo
Jokowi Beberkan Isi...
Jokowi Beberkan Isi Obrolannya dengan JK ketika Bertemu di HUT Bhayangkara
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved