Paloh dan Prasetyo Diduga 'Bermain' di Kasus Bansos Sumut

Jum'at, 08 Januari 2016 - 00:29 WIB
Paloh dan Prasetyo Diduga...
Paloh dan Prasetyo Diduga 'Bermain' di Kasus Bansos Sumut
A A A
JAKARTA - Massa yang tergabung dalam Gerakan Bersatu untuk Keadilan-Indonesia Sehat tanpa Koruptor (Gebuk Istana) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Kedatangan para pedemo untuk mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot HM Prasetyo dari jabatannya sebagai Jaksa Agung. Bukan hanya itu, pedemo juga meminta penegak hukum seperti KPK agar berani memanggil dan memeriksa Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

Koordinator aksi, Hamdan mengatakan, dua petinggi Partai Nasdem itu diduga terlibat dalam kasus dugaan suap dana bansos Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut).

Namun hingga saat ini, lembaga antikorupsi itu baru menjerat Gubernur Sumut nonaktif, Gatot Pujo Nugroho, istrinya Evy Susanti dan mantan Sekjen Nasdem, Patrice Rio Capella menjadi pesakitan.

(Baca juga: Jaksa Agung Merasa Difitnah Terkait Kasus Bansos Sumut)

Menurut Hamdan, peran Paloh dan Prasetyo dinilai tidak bisa dikesampingkan lagi dalam kasus itu. Hal tersebut bisa dibuka melalui fakta-fakta persidangan yang diungkap para saksi dan terdakwa.

"Karena keduanya (Paloh dan Prasetyo, diduga) berperan dalam mengatur kasus dana bansos yang ditangani Kejagung," ujar Hamdan di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis 7 Januari 2016.

Hamdan mengatakan, Presiden diminta mengevaluasi perangkat penegak hukum seperti Kejaksaan Agung. Pasalnya, kasus dana bansos yang mengaitkan dugaan keterlibatan para petinggi Kejagung membuat korps Adhyaksa itu kehilangan kepercayaan dari masyarakat.

"Jokowi juga harus berani me-reshuffle HM Prasetyo dari jabatannya sebagai Jaksa Agung sebagai bentuk dukungan atas rakyat untuk melawan koruptor," pungkas Hamdan.

Pilihan:

Pecat Ketua BEM, Fahri Hamzah Kritik Sikap Rektor UNJ
(maf)
Berita Terkait
Mensos Juliari Batubara...
Mensos Juliari Batubara Menambah Jumlah Menteri yang Ditangkap KPK
Kerugian Negara Akibat...
Kerugian Negara Akibat Korupsi Bansos Jokowi Bertambah Jadi Rp250 Miliar
KPK Ungkap Isi Bansos...
KPK Ungkap Isi Bansos Presiden yang Dikorupsi dari Beras hingga Minyak Goreng
Strategi Mensos Risma...
Strategi Mensos Risma Menghindari Korupsi dalam Penyaluran Bansos
Cita Citata Siap Kembalikan...
Cita Citata Siap Kembalikan Honor Manggungnya Jika Diminta KPK
Korupsi Bansos Dibongkar...
Korupsi Bansos Dibongkar KPK: Beras Tidak Disalurkan ke Keluarga yang Berhak
Berita Terkini
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved