Faktor Utama Jokowi Layak Reshuffle Jaksa Agung
Senin, 28 Desember 2015 - 14:43 WIB
Faktor Utama Jokowi Layak Reshuffle Jaksa Agung
A
A
A
JAKARTA - Jabatan HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung terus menuai polemik, pasalnya Prasetyo berasal dari partai politik (parpol) pendukung pemerintah yakni Partai Nasdem.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Agung Supriyo menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepantasnya mengganti atau me-reshuffle Prasetyo. Menurut Agung, rentan jika Jaksa Agung berasal dari parpol karena akan menyebabkan konflik kepentingan.
"Pak Jokowi harus konsisten dengan Nawa Cita di kampanye untuk lakukan reformasi hukum demi tegaknya hukum," ujar Agung kepada Sindonews, Senin (28/12/2015).
"Kalau dipegang orang dari parpol maka potensial akan tebang pilih dan akan tercipta juga abuse of power. Maka mau tidak mau Jokowi harus me-reshuffle atau mengganti Jaksa Agung," tegasnya.
Apa lagi saat ini nama HM Prasetyo disebut-sebut dalam kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) Sumatera Utara (Sumut) yang juga telah menjerat Eks Sekretaris Jenderal (Sekjen) Nasdem Patrice Rio Capella dan Ketua Mahkamah Partai Nasdem OC Kaligis.
Diakui Agung, apabila Prasetyo diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang saat ini menangani kasus tersebut, maka marwah Kejaksaan Agung (Kejagung) akan dipertanyakan lantaran Jaksa Agungnya diduga terlibat dalam kasus korupsi.
"Kalau nantinya sudah diperiksa sebagai saksi, maka presiden harus me-reshuffle atau mengganti Prasetyo. Kalau dia diperiksa oleh KPK, maka kredibilitas dia sebagai Jaksa Agung akan turun," tandas Agung.
Pilihan:
Jika Tak Propansus, Jokowi-JK 'Bermain' di Skandal Pelindo & Freeport
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Agung Supriyo menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepantasnya mengganti atau me-reshuffle Prasetyo. Menurut Agung, rentan jika Jaksa Agung berasal dari parpol karena akan menyebabkan konflik kepentingan.
"Pak Jokowi harus konsisten dengan Nawa Cita di kampanye untuk lakukan reformasi hukum demi tegaknya hukum," ujar Agung kepada Sindonews, Senin (28/12/2015).
"Kalau dipegang orang dari parpol maka potensial akan tebang pilih dan akan tercipta juga abuse of power. Maka mau tidak mau Jokowi harus me-reshuffle atau mengganti Jaksa Agung," tegasnya.
Apa lagi saat ini nama HM Prasetyo disebut-sebut dalam kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) Sumatera Utara (Sumut) yang juga telah menjerat Eks Sekretaris Jenderal (Sekjen) Nasdem Patrice Rio Capella dan Ketua Mahkamah Partai Nasdem OC Kaligis.
Diakui Agung, apabila Prasetyo diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang saat ini menangani kasus tersebut, maka marwah Kejaksaan Agung (Kejagung) akan dipertanyakan lantaran Jaksa Agungnya diduga terlibat dalam kasus korupsi.
"Kalau nantinya sudah diperiksa sebagai saksi, maka presiden harus me-reshuffle atau mengganti Prasetyo. Kalau dia diperiksa oleh KPK, maka kredibilitas dia sebagai Jaksa Agung akan turun," tandas Agung.
Pilihan:
Jika Tak Propansus, Jokowi-JK 'Bermain' di Skandal Pelindo & Freeport
(maf)