Pemimpin Baru KPK Harus Jawab Keraguan Publik
Minggu, 20 Desember 2015 - 06:19 WIB
Pemimpin Baru KPK Harus Jawab Keraguan Publik
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin 21 Desember 2015 akan melantik lima pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019.
Adapun lima calon pemimpin baru KPK yang akan dilantik, yakni Agus Rahardjo, Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Saut Situmorang, Laode Muhamad Syarif. (Baca juga: Paripurna DPR Sahkan Lima Komisioner Baru KPK)
Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Sya'roni mengatakan pemimpin baru lembaga antikorupsi itu harus mampu menjawab keraguan masyarakat.
"Kelimanya harus bekerja ekstra keras, out of the box, tidak lagi ada tebang pilih, dan tidak ada lagi pencitraan," kata Sya'roni kepada Sindonews, Sabtu 19 Desember 2015.
Menurut pandangannya, publik seolah biasa saja dalam merespons terpilihnya lima pemimpin baru KPK.
Dia menduga mungkin publik menganggap rekam jejak kelima orang tersebut belum menunjukkan kontribusi dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Kendati demikian, Sya'roni memperkirakan pemberantasan korupsi selama empat tahun ke dapan masih mengandalkan penyadapan dan operasi tangkap tangan.
"Tidak akan ada upaya pemberantasan korupsi yang revolusioner," ucapnya.
Oleh karena itu, sambung dia, kepemimpinan baru KPK harus menjawab menjawab keraguan publik. Hal itu dinilainya sebagai tantangan besar.
"Semoga saja kelimanya mampu memberikan yang terbaik dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia," kata Sya'roni.
PILIHAN:
Gantikan Setya Novanto, Ade Komarudin Ingin DPR Tak Gaduh
Adapun lima calon pemimpin baru KPK yang akan dilantik, yakni Agus Rahardjo, Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Saut Situmorang, Laode Muhamad Syarif. (Baca juga: Paripurna DPR Sahkan Lima Komisioner Baru KPK)
Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Sya'roni mengatakan pemimpin baru lembaga antikorupsi itu harus mampu menjawab keraguan masyarakat.
"Kelimanya harus bekerja ekstra keras, out of the box, tidak lagi ada tebang pilih, dan tidak ada lagi pencitraan," kata Sya'roni kepada Sindonews, Sabtu 19 Desember 2015.
Menurut pandangannya, publik seolah biasa saja dalam merespons terpilihnya lima pemimpin baru KPK.
Dia menduga mungkin publik menganggap rekam jejak kelima orang tersebut belum menunjukkan kontribusi dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Kendati demikian, Sya'roni memperkirakan pemberantasan korupsi selama empat tahun ke dapan masih mengandalkan penyadapan dan operasi tangkap tangan.
"Tidak akan ada upaya pemberantasan korupsi yang revolusioner," ucapnya.
Oleh karena itu, sambung dia, kepemimpinan baru KPK harus menjawab menjawab keraguan publik. Hal itu dinilainya sebagai tantangan besar.
"Semoga saja kelimanya mampu memberikan yang terbaik dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia," kata Sya'roni.
PILIHAN:
Gantikan Setya Novanto, Ade Komarudin Ingin DPR Tak Gaduh
(dam)