Aneh, Bos Freeport Tolak Berikan Rekaman Asli ke MKD
Minggu, 13 Desember 2015 - 14:51 WIB
Aneh, Bos Freeport Tolak Berikan Rekaman Asli ke MKD
A
A
A
JAKARTA - Langkah Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin menolak memberikan rekaman asli ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR untuk mengusut kasus dugaan pencatutan nama presiden dan wakil dalam perpanjangan kontrak Freeport dinilai aneh.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Agung Supriyo mempertanyakan motivasi Maroef Sjamsoeddin tidak memberikan rekaman tersebut ke MKD.
"Aneh saja bagi saya melihat Maroef yang bilang kepada MKD bahwa rekamannya diambil Kejagung ternyata Maroef meminta Kejagung tak pinjamkan rekaman itu ke siapapun," ujar Agung kepada Sindonews, Minggu (13/12/2015).
Dia mengingatkan, sikap Maroef Sjamsoeddin akan menimbulkan kecurigaan masyarakat mengenai kebenaran rekaman tersebut.
"Kan masyarakat sudah tahu isinya sudah tahu semua, sehingga publik akan beranggapan aneh. Bisa saja publik berspekulasi rekaman yang dimiliki Maroef lebih panjang dan lain-lain," ucapnya.
Menurutnya, masyarakat akan khawatir di balik sikap penolakan tersebut Maroef Sjamsoeddin menyisipkan isi rekaman lain dalam persoalan perpanjangan kontrak Freeport.
"Sangat kecil ruang buat MKD bermain, jadi agak aneh. Kan nanti bisa dicek dengan kecanggihan teknologi infomarasi saat ini, rekaman itu disisipkan atau tidak," tandasnya.
Baca: Nada Tinggi Luhut Panjaitan Keluarkan Ancaman.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Agung Supriyo mempertanyakan motivasi Maroef Sjamsoeddin tidak memberikan rekaman tersebut ke MKD.
"Aneh saja bagi saya melihat Maroef yang bilang kepada MKD bahwa rekamannya diambil Kejagung ternyata Maroef meminta Kejagung tak pinjamkan rekaman itu ke siapapun," ujar Agung kepada Sindonews, Minggu (13/12/2015).
Dia mengingatkan, sikap Maroef Sjamsoeddin akan menimbulkan kecurigaan masyarakat mengenai kebenaran rekaman tersebut.
"Kan masyarakat sudah tahu isinya sudah tahu semua, sehingga publik akan beranggapan aneh. Bisa saja publik berspekulasi rekaman yang dimiliki Maroef lebih panjang dan lain-lain," ucapnya.
Menurutnya, masyarakat akan khawatir di balik sikap penolakan tersebut Maroef Sjamsoeddin menyisipkan isi rekaman lain dalam persoalan perpanjangan kontrak Freeport.
"Sangat kecil ruang buat MKD bermain, jadi agak aneh. Kan nanti bisa dicek dengan kecanggihan teknologi infomarasi saat ini, rekaman itu disisipkan atau tidak," tandasnya.
Baca: Nada Tinggi Luhut Panjaitan Keluarkan Ancaman.
(kur)