Tentukan Terbuka atau Tertutup, Sidang MKD Sempat Memanas

Senin, 07 Desember 2015 - 22:16 WIB
Tentukan Terbuka atau...
Tentukan Terbuka atau Tertutup, Sidang MKD Sempat Memanas
A A A
JAKARTA - Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dari Fraksi Nasdem Akbar Faizal membantah kabar yang menyebutkan seluruh anggota MKD menyetujui persidangan etik yang menghadirkan Ketua DPR Setya Novanto selaku terlapor digelar tertutup.

Akbar menuturkan, pada mulanya perwakilan tujuh fraksi yang duduk di MKD mengendaki persidangan dugaan pencatutan nama presiden dan wakil presiden yang dilakukan Setya Novanto ini dilaksanakan secara terbuka.

"Kami menginginkan terbuka. Kenapa saya sampai berbicara seperti ini karena ada yang mulai tidak benar dengan mengatakan ke publik semua anggota MKD setuju dengan tertutup, itu semua tidak benar," kata dia usai persidangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (7/12/2015).

Menurut Akbar, persidangan sempat memanas lantaran diwarnai perdebatan soal apakah sidang dilaksanakan seara tertutup atau terbuka. "Kami tetap saja dalam posisi mau terbuka," tegas mantan politikus Hanura ini.

"Tapi saya sampaikan kepada rakyat Indonesia sekalian yang berhak mendapatkan informasi, bahwa kami tidak dalam posisi yang bisa meyakinkan anggota majelis untuk terbuka. Kami meminta maaf. Inilah realitasnya," imbuh Akbar.

Dalam kesempatan itu, Akbar juga menuturkan proses jalannya persidangan di mana Novanto menolak menjawab sejumlah pertanyaan terkait rekaman percakaoan antara dirinya, pengusaha Riza Chalid dan Dirut PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin yang diserahkan Menteri ESDM Sudirman Said ke MKD.

"Yang pasti, saudara terperiksa membantah semua tuduhan atau laporan termasuk isi rekaman yang menjadi dasar bagi MKD untuk menyidangkan kasus ini. Kami menghormati keputusan dari saudara terperiksa," ungkap Akbar.

PILIHAN:
Setya Novanto Merasa Dicitrakan Seperti Penjahat

Enam Bantahan Setya Novanto Atas Laporan Sudirman Said
(kri)
Berita Terkait
Pertamina Berbenah Dinilai...
Pertamina Berbenah Dinilai Bikin Mafia Migas Gerah
Pertamina Tak Perlu...
Pertamina Tak Perlu Gentar Hadapi Gugatan Mozambik
Babak Baru Mafia Migas:...
Babak Baru Mafia Migas: Mendorong Tersangka Riza Chalid Dipulangkan ke Indonesia
IPO Pertamina Berpotensi...
IPO Pertamina Berpotensi Cegah Mafia Migas
Berantas Mafia Migas,...
Berantas Mafia Migas, Pertamina Butuh Dukungan Semua Pihak
KNPI: Selamatkan Pertamina...
KNPI: Selamatkan Pertamina dari Cengkeraman Mafia Migas!
Berita Terkini
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
Febrie Ditetapkan Jadi...
Febrie Ditetapkan Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi dan Langgar HAM
Rakernas Perdana IKAL...
Rakernas Perdana IKAL Lemhannas Rumuskan Program Strategis Dukung Asta Cita Prabowo
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Boyamin: Penetapan Tersangka...
Boyamin: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Tak Perlu Izin Presiden, Ini Aturannya
Kasus Febrie, Pakar...
Kasus Febrie, Pakar Minta Kejagung Waspada Upaya Mengaburkan Kepemilikan Uang dan Emas
Infografis
Salat Tarawih 11 atau...
Salat Tarawih 11 atau 23 Rakaat, Semuanya Baik dan Sah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved