Dicecar Soal Rekaman Tak Utuh, Sudirman Said Berkelit

Rabu, 02 Desember 2015 - 15:49 WIB
Dicecar Soal Rekaman...
Dicecar Soal Rekaman Tak Utuh, Sudirman Said Berkelit
A A A
JAKARTA - Menteri ESDM Sudirman Said dicecar sejumlah pertanyaan terkait alat bukti rekaman dugaan pencatutan nama presiden dan wakil presiden, dalam perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia (PTFI) oleh Ketua DPR Setya Novanto.Anggota MKD dari Fraksi Hanura Syarifudin Sudding meminta Sudirman, menjelaskan soal alat bukti rekaman yang tidak utuh yang dia serahkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) saat mengadukan kasus Novanto 16 November lalu."Saudara pengadu, tadi saudara mengatakan laporan 16 November adalah substansi, bukan hasil transkrip utuh," kata Sudding di ruang sidang MKD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (2/12/2015)."Tapi sekarang membawa rekaman utuh. Saya minta diperdengarkan. Saya mohon rekaman itu diputar supaya kita mendengar utuh dan bisa mengelaborasi dengan utuh," imbuhnya.Sudirman memaparkan, pertemuan diduga antara Setya Novanto (SN), Riza Chalid (RC) dengan Dirut PT Freeport Maroef Sjamsoeddin terjadi sebanyak tiga kali. Menurut Sudirman, transkrip yang diserahkan kepada MKD berasal dari rekaman pada pertemuan ketiga."Mengapa pada laporan kami tidak utuh karena mengambil yang relevan dengan cakupan saya sebagai Menteri ESDM," ucap Sudirman.Sudding pun kembali bertanya di mana tiga pertemuan tersebut digelar. Namun, Sudirman mengaku tidak mengetahui di mana pertemuan pertama dan kedua antara SN dan bos PT FI dilakukan."Pertama dan kedua kami tidak dapat info detail. Bisa ditanyakan pada Maroef Sjamsoeddin," elak Sudirman.Sudirman melanjutkan, pertemuan ketiga dilakukan di suatu hotel di bilangan SCBD, Jakarta Selatan (Jaksel). Menurutnya, pertemuan diinisiasi oleh SN bersama RC.Mereka berdua aktif mengatur pertemuan dan mengundang MS. Pertemuan membicarakan soal masa depan Freeport. Dalam pertemuan tersebut, lanjut Sudirman, RC meminta PT Freeport engalokasikan sahamnya sebesar 20 persen.Permintaan tersebut diamini SN yang mengatakan sudah bicara dengan Luhut. Tak hanya itu, permintaan 49 persen saham proyek listrik di Papua yang bakal dibiayai PT Freeport juga dibincangkan dalam pertemuan tersebut."Novanto dan Reza, sahut menyahut mengatakan jalan keluarnya ada dan sudah dibicarakan dengan pihak pemerintah. Ada solusi yang bisa ditempuh. Kalau mendengar rekaman akan ada suasana di mana seolah SN bisa mengatur banyak hal yang bukan urusannya," terang Sudirman.Pilihan:Politikus Gerindra Kecewa Sikap MKD Usut Skandal FreeportDi India Perusahaan Helikopter Jokowi Terlibat Korupsi, Bagaimana di RI?
(maf)
Berita Terkait
Pertamina Berbenah Dinilai...
Pertamina Berbenah Dinilai Bikin Mafia Migas Gerah
Pertamina Tak Perlu...
Pertamina Tak Perlu Gentar Hadapi Gugatan Mozambik
Babak Baru Mafia Migas:...
Babak Baru Mafia Migas: Mendorong Tersangka Riza Chalid Dipulangkan ke Indonesia
IPO Pertamina Berpotensi...
IPO Pertamina Berpotensi Cegah Mafia Migas
Berantas Mafia Migas,...
Berantas Mafia Migas, Pertamina Butuh Dukungan Semua Pihak
KNPI: Selamatkan Pertamina...
KNPI: Selamatkan Pertamina dari Cengkeraman Mafia Migas!
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved