Pembelian Helikopter Presiden Dinilai Belum Perlu

Sabtu, 28 November 2015 - 11:19 WIB
Pembelian Helikopter...
Pembelian Helikopter Presiden Dinilai Belum Perlu
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui TNI Angkatan Udara (AU) membeli helikopter AgustaWestland AW101 untuk menggantikan helikopter Super Puma yang dinilai sudah tak layak menunjang aktifitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Rahmat Bagja menilai, terlalu mahal harga helikopter tersebut untuk dibeli.Menurutnya, pembelian tersebut belum dibutuhkan mengingat segi ancaman terhadap Kepala Negara di Indonesia tidak sebesar negara lain seperti Amerika Serikat (AS)."Kita bukan seperti AS, ancaman Kepala Negara cukup besar. Presiden Jokowi tidak seperti Presiden Soekarno," ujar Bagja saat dihubungi wartawan di Jakarta, Sabtu (28/11/2015)."Kalau Jokowi kan tidak pernah diserang, berbeda dengan Soekarno saat pemimpin diserang enam kali oleh separatis," sambungnya.Menurut Bagja, seharusnya PT Dirgantara Indonesia (DI) mengambil peran pembuatan helikopter sang presiden sebagai perwujudan Nawacita. Maka itu dia meminta, Presiden Jokowi tegas membatalkan pembelian helikopter tersebut."Untuk Jokowi sebenarnya cukup menggunakan helikopter Super Puma, tinggal spesifikasi teknologinya ditambah. PT DI bisa membuat Super Puma apalagi sudah mengantongi sertifikat pembuatan dari AS," tandasnya.Pilihan:Laporan Sudirman Said Membahayakan Posisi Jokowi
(maf)
Berita Terkait
Antusiasme Warga di...
Antusiasme Warga di Pameran Alutsista Peringatan HUT ke-79 TNI
Mampukah N219 Amphibious...
Mampukah N219 Amphibious Sukses di Pasaran?
Pangkoarmada II Inspeksi...
Pangkoarmada II Inspeksi Kapal Perang
Perlu Evaluasi Modernisasi...
Perlu Evaluasi Modernisasi Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit TNI
Mantan Sekjen Kemhan...
Mantan Sekjen Kemhan Kritik Prabowo Beli Alutsista Bekas, Ini Penjelasannya
Dilengkapi Meriam Kaliber...
Dilengkapi Meriam Kaliber 40 mm, KRI Tuna-876 Perkuat Koarmada I
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved