Survei PPATK: Pejabat Negara Cenderung Jadi Pelaku Pencucian Uang

Jum'at, 27 November 2015 - 14:27 WIB
Survei PPATK: Pejabat...
Survei PPATK: Pejabat Negara Cenderung Jadi Pelaku Pencucian Uang
A A A
JAKARTA - Masyarakat menilai bahwa pejabat eksekutif, legislatif dan yudikatif memiliki kecenderungan terbesar menjadi pelaku utama Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).Selain itu, yang berisiko cukup tinggi menjadi pelaku TPPU adalah pengurus atau anggota partai politik (parpol), organisasi masyarakat, yayasan (8,67 persen), Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk pensiunan (6,80 persen) dan pengusaha atau wiraswasta (6,70 persen).Sementara beberapa pihak terkait yang menurut masyarakat dapat terlibat melakukan TPPU adalah rekan kerja alias relasi (42,19 persen) dan anggota keluarga atau kerabat (41,49 persen).Hal demikian merupakan salah satu kesimpulan ‎dari survei indeks persepsi publik Indonesia atas TPPU tahun 2015 yang digelar Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).Survei tersebut melibatkan 11 Bank dengan 600 kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia dengan responden sebanyak 3.000 orang nasabah bank yang dipilih dengan menggunakan pendekatan berbasis risiko terhadap terjadinya pencucian uang di Indonesia.‎PPATK secara khusus merancang penyusunan indeks persepsi publik terhadap tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan terorisme dengan melibatkan para akademisi untuk merancang metodologi.Kemudian industri keuangan dalam pelaksanaan survei serta masyarakat Indonesia dalam menilai tingkat keefektifan kinerja rezim antipencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme di Indonesia.Kepala PPATK Muhammad Yusuf, menyampaikan PPATK mengapresiasi atas kerja sama yang telah dibangun oleh bersama para stakeholders terkait, khususnya sebelas pihak penyedia jasa keuangan perbankan yang telah membantu pelaksanaan pilot project survei indeks persepsi TPPU tahun 2015. Sehingga respons rate survei mencapai 100 persen."Kami juga turut mengucapkan terima kasih atas dukungan para pihak regulator dan pihak instansi terkait, sehingga kegiatan indeks persepsi publik tahun 2015 dapat diselesaikan," ujarnya dalam sambutannya di kantornya, Jalan Djuanda, Jakarta Pusat, Jumat (27/11/2015).PilihanDi Balik Kasus Freeport-Setya, DPR Dikadali Sudirman SaidRotasi Anggota Golkar di MKD, Akom Mengalah demi Nasib Novanto
(maf)
Berita Terkait
KPK Sita Rp57 Miliar...
KPK Sita Rp57 Miliar Aset Eks Pejabat Pajak yang Diduga Hasil Cuci Uang
PPATK Beberkan Dugaan...
PPATK Beberkan Dugaan Pencucian Uang di Indonesia, Ini Rincian Nilainya
Kejagung Pamerkan Uang...
Kejagung Pamerkan Uang Sitaan Rp479 Miliar terkait Kasus TPPU Duta Palma
Terungkap! Transaksi...
Terungkap! Transaksi Tindak Pidana Pencucian Uang Tembus Rp120 Triliun
Satgas TPPU Gelar Rapat...
Satgas TPPU Gelar Rapat 45 Menit, Bahas 2 Hal Ini
Satgas TPPU Gelar Rapat...
Satgas TPPU Gelar Rapat Perdana Hari Ini
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved