Golkar Ingin MKD Gelar Sidang Terbuka Kasus Setya Novanto
Jum'at, 20 November 2015 - 15:58 WIB
Golkar Ingin MKD Gelar Sidang Terbuka Kasus Setya Novanto
A
A
A
JAKARTA - Fraksi Partai Golkar di DPR meminta Mahkamah Kehormatan Dewan untuk menggelar sidang kasus pencatutan nama Joko Widod dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) secara terbuka.
Fraksi Golkar menilai sidang terbuka perlu digelar agar publik mengetahui penanganan kasus yang berasal dari laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said itu
"Golkar menyampaikan informal, mendorong kawan-kawan bersikap adil, mengingatkan MKD enggak boleh rapat tertutup harus terbuka agar publik tahu bersalah enggak," ujar Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/11/2015).
Melalui sidang terbuka, Fraksi Golkar berharap masyarakat akan mengetahui apakah Ketua DPR Setya Novanto bersalah atau tidak bersalah.
"Golkar mengharapkan terbuka jadi salah tidak salah anggota bisa langsung diketahui publik, kita berharap tidak bersalah sehingga masyarakat memaafkan," sambungnya.
Menurut dia, apabila Novanto bersalah maka MKD harus memberikan sanksi yang seadil-adilnya. (Baca juga: Politikus PDIP Curigai Konspirasi di Balik Kasus Catut Nama Jokowi)
Jika Novanto ternyata tidak bersalah, sambung dia, MKD harus melakukan klarifikasi demi memulihkan nama baiknya. Dia berharap MKD juga mengungkap bukti rekaman yang diberikan Sudirman Said.
"Pembicaraan yang lebih ngeri, mana tahu pembicaraan lengkap ada pembicaraan lebih seram tidak terkait Novanto dan membersihkan Novanto," ucapnya.
Apalagi terkait penawaran saham yang menurut Novanto banyak transkip yang berbeda.
"Ya itu kita tanya, berbeda dengan hasil transkrip, kita dorong kerja MKD putar rekaman diperdengarkan ke seluruh televisi dalam sidang terbuka agar masyarakat menilai yang bermain dan nakal," tuturnya. (Baca juga: Alasan Sudirman Tak Bawa Kasus Catut Nama Jokowi ke Polisi)
PILIHAN:
Selalu Gaduh, Kenapa Tidak Dievaluasi Saja Kontrak Freeport
Fraksi Golkar menilai sidang terbuka perlu digelar agar publik mengetahui penanganan kasus yang berasal dari laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said itu
"Golkar menyampaikan informal, mendorong kawan-kawan bersikap adil, mengingatkan MKD enggak boleh rapat tertutup harus terbuka agar publik tahu bersalah enggak," ujar Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/11/2015).
Melalui sidang terbuka, Fraksi Golkar berharap masyarakat akan mengetahui apakah Ketua DPR Setya Novanto bersalah atau tidak bersalah.
"Golkar mengharapkan terbuka jadi salah tidak salah anggota bisa langsung diketahui publik, kita berharap tidak bersalah sehingga masyarakat memaafkan," sambungnya.
Menurut dia, apabila Novanto bersalah maka MKD harus memberikan sanksi yang seadil-adilnya. (Baca juga: Politikus PDIP Curigai Konspirasi di Balik Kasus Catut Nama Jokowi)
Jika Novanto ternyata tidak bersalah, sambung dia, MKD harus melakukan klarifikasi demi memulihkan nama baiknya. Dia berharap MKD juga mengungkap bukti rekaman yang diberikan Sudirman Said.
"Pembicaraan yang lebih ngeri, mana tahu pembicaraan lengkap ada pembicaraan lebih seram tidak terkait Novanto dan membersihkan Novanto," ucapnya.
Apalagi terkait penawaran saham yang menurut Novanto banyak transkip yang berbeda.
"Ya itu kita tanya, berbeda dengan hasil transkrip, kita dorong kerja MKD putar rekaman diperdengarkan ke seluruh televisi dalam sidang terbuka agar masyarakat menilai yang bermain dan nakal," tuturnya. (Baca juga: Alasan Sudirman Tak Bawa Kasus Catut Nama Jokowi ke Polisi)
PILIHAN:
Selalu Gaduh, Kenapa Tidak Dievaluasi Saja Kontrak Freeport
(dam)