Kronologi Pertemuan Setya Novanto dan PT Freeport

Kamis, 19 November 2015 - 10:48 WIB
Kronologi Pertemuan...
Kronologi Pertemuan Setya Novanto dan PT Freeport
A A A
JAKARTA - Ketua DPR Setya Novanto memberikan penjelasan terkait adanya tuduhan dirinya telah mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.Setya mengungkapkan, ketika itu Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin datang ke DPR bertemu dirinya selama dua jam.Maroef kata dia, menjelaskan program-program terkait Freeport yang menyangkut masalah divestasi, smelter dan masalah perpanjangan."Perpanjangan itu memang diberitahu bahwa kita ini perlu adanya‎ operasi kelanjutan. Mengenai perpanjangan itu, kalau saya ingat 27 April 2015 itu," ujar Setya saat ditemui wartawan di kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, kemarin malam."Jadi pembangunan struktur itu minta tolong dibantu kalau bisa jangan di Papua, kalau bisa dibangun di Gresik. Karena kalau di Gresik itu sudah siap segala sesuatu infrastrukturnya. Kalau di Papua itu masih belum bisa karena infrastrukturnya belum siap," sambungnya.Setya menceritakan, ketika itu pihak Freeport mengharapkan mendapat jaminan kelanjutan operasi PT Freeport Indonesia sampai tahun 2041. "Itu proposalnya, pegang itu tasnya. Jika tidak diperpanjang maka ada abitrase internasional terhadap Indonesia di bulan Juli 2016," ucapnya.Novanto mengaku dirinya memang pernah mengajak pengusaha minyak Reza Chalid dalam pertemuannya dengan Presiden PT Freeport itu. Dia mengatakan, dirinya sengaja mengajak Reza lantaran curiga yang kembali mengajak bertemu dirinya di kawasan Pasific Place pada 6 Juni 2015 lalu."Sehingga yang pertemuan berikutnya itu waktu saya dengan teman saya itu Pak Reza Chalid, sudah ngomong ada hal-hal yang harus hati-hati," ungkapnya.Kendati demikian dia membantah apabila dirinya mencatut nama Jokowi-JK dalam pertemuan tersebut. Setya pun heran mengapa bisa ada rekaman terkait pertemuan tersebut hal tersebut."(Transkrip dari mana ya?) Nah, tentu saya dengan penuh tanggung jawab, saya menyatakan bahwa saya tidak disebut mencatut begitu, saya enggak bisa bahawa saya mencatut karena presiden dan wakil presiden itu logo negara yang harus dijaga," tandasnya.Pilihan:Politikus Nasdem Tak Yakin Setya Novanto Dijebak
(maf)
Berita Terkait
Pertamina Berbenah Dinilai...
Pertamina Berbenah Dinilai Bikin Mafia Migas Gerah
Pertamina Tak Perlu...
Pertamina Tak Perlu Gentar Hadapi Gugatan Mozambik
Babak Baru Mafia Migas:...
Babak Baru Mafia Migas: Mendorong Tersangka Riza Chalid Dipulangkan ke Indonesia
IPO Pertamina Berpotensi...
IPO Pertamina Berpotensi Cegah Mafia Migas
Berantas Mafia Migas,...
Berantas Mafia Migas, Pertamina Butuh Dukungan Semua Pihak
KNPI: Selamatkan Pertamina...
KNPI: Selamatkan Pertamina dari Cengkeraman Mafia Migas!
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved